Banyak Bencana, Bagaimana Pesta Tahun Baru Ahok?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesta kembang api menandai pergantian tahun baru 2014 di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). Ratusan ribu warga memadati kawasan Monas, Jalan Sudirman dan Thamrin untuk menyaksikan Jakarta Night Festival yang digelar Pemprov DKI Jakarta untuk menyambut Tahun Baru 2014. TEMPO/Wisnu Agung

    Pesta kembang api menandai pergantian tahun baru 2014 di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). Ratusan ribu warga memadati kawasan Monas, Jalan Sudirman dan Thamrin untuk menyaksikan Jakarta Night Festival yang digelar Pemprov DKI Jakarta untuk menyambut Tahun Baru 2014. TEMPO/Wisnu Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memilih mengelar perayaan malam pergantian tahun lebih sederhana dibanding perayaan tahun sebelumnya.

    Ahok meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar acara yang mencerminkan keprihatinan dan solidaritas warga Ibu Kota atas bencana-bencana yang terjadi di Indonesia. "Kami menutup tahun ini dengan keprihatinan," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 30 Desember 2014. (Baca: hok Doakan Air Asia: Semoga Tuhan Beri Kecerdasan)

    Ahok menuturkan longsor di Bojonegoro, letusan Gunung Sinabung, meletusnya Gunung Kelud, dan hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 sepanjang tahun ini harus menjadi bahan renungan bagi warga. Perayaan pergantian tahun, ujar Ahok, akan berlangsung lebih sederhana. (Baca: Ahok, Fifi Lety, dan Guru Munafik)

    Menurut Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan dirinya akan berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional. Acara itu dimulai pukul 20.30 WIB pada 31 Desember 2014. (Baca: Ahok Batasi Tiket Malam Tahun Baru Rp 15 Juta)

    Monas, kata Ahok, dijadikan titik berkumpul karena Menteri Pariwisata Arief Yahya akan meluncurkan Pesona Indonesia. "Nanti, kita jalan kaki bersama," ujar Ahok. (Baca: Apa Mau Ahok di Malam Tahun Baru?)

    Meski begitu, Ahok menuturkan masih ada panggung hiburan yang didirikan Pemerintah Provinsi DKI. Namun, kata Ahok, jumlah panggung yang digelar lebih sedikit dibanding tahun lalu. "Kalau tak ada musik, kan, juga tak bisa kumpulkan massa," ujar Ahok. (Baca juga: Air Asia Hilang, Ahok: Laut Belitung Banyak Jin)

    LINDA HAIRANI



    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Papua Sangat, Sangat, Sangat Kaya, namun... 
    Akuisisi Bloomberg TV oleh Bosowa Rampung 2 Bulan
    Harga Pertamax Turun Bulan Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.