Tahun Baru Jalur Puncak Ditutup, Ada Alternatifnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan menuju kawasan Puncak terjebak macet di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Padatnya volume kendaraan wisatawan saat libur Natal membuat kawasan Puncak macet, sementara itu, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor masih memberlakukan sistem buka tutup jalur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kendaraan menuju kawasan Puncak terjebak macet di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Padatnya volume kendaraan wisatawan saat libur Natal membuat kawasan Puncak macet, sementara itu, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor masih memberlakukan sistem buka tutup jalur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bogor - Jalur Puncak Bogor akan ditutup mulai Rabu, 31 Desember 2014, pukul 18.00 sampai Kamis, 1 Januari 2015, pukul 06.00 WIB. Penutupan jalur Puncak dilakukan untuk mencegah penumpukan masyarakat yang merayakan tahun baru di Puncak, Bogor.

    Namun masyarakat masih dapat berkunjung ke kawasan puncak melewati sejumlah jalur alternatif. "Silakan jika masyarakat masih akan menuju kawasan puncak melewati jalur alternatif," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Bramastiyo Priaji, Rabu, 31 Desember 2014. (Baca: Indigo Ingatkan Ahok Soal Tahun Baru dan Gempa Jakarta)

    Rute jalur alternatif yang pertama menuju puncak, yakni Jakarta via Tol Jagorawi keluar dari Gerbang Tol Sentul, Cijayanti, masuk perumahan Rainbow Hill, Gunung Geluis, Pasir Angin, Gang Bengkel dan jalur Puncak, atau keluar dari Megamendung. (Baca: Malam Tahun Baru di Bandung, Bagaimana Acaranya?)

    Sedangkan jalur alternatif kedua, yakni masuk melalui jalan Ciawi, desa Bendungan, Pasir Muncang, Megamendung, keluar di depan Kecamatan Cisarua, dan lurus melalui Pasar Cisarua, atau keluar dari Perkebunan Teh Gunungmas. (Baca: Warga Bekasi Dilarang Tahun Baru ke Jakarta, Kenapa?)

    "Semua persimpangan, di antaranya simpang pasir angin, Megamendung, Gang Bengkel, Lokawiratama, Lembah Nyiur, Jatiwangi, Ciburial, yang menjadi jalur alternatif Puncak akan ada personel yang disiagakan, untuk memantau keamanannya," kata Bram. (Baca: Cara Benar Evakuasi Korban Air Asia QZ8501)

    Namun, Bram mengingatkan, jalur alternatif rawan kecelakaan. Dua jalan yang selalu dijadikan jalur alternatif ini memiliki ruas yang sempit, tanjakan dan turunan berkelok yang curam, serta minim penerangan di malam hari. "Kami mengimbau kepada para pengemudi untuk ekstra hati-hati, jika melintasi jalur ini terutama bagi warga yang pertama melintas jalur ini," katanya. (Baca juga: Korban AirAsia, Tim SAR Sempat Sentuh Tangan Jasad)

    M SIDIK PERMANA

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Kasus E-mail Palsu, Bank Mandiri Lapor Polisi
    PPATK Temukan Rekening Gendut 26 Bupati
    Indonesia Kehilangan 90 Ribu Barel Minyak Perhari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.