Geng Motor Celurit Pemungut Sampah di Taman Mini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan malam Tahun Baru 2015 diwarnai insiden berdarah. Geng motor menyerang petugas Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur di jalan raya dekat Taman Mini Indonesia Indah, Kamis dini hari, 1 Januari 2014. Akibatnya, seorang petugas kebersihan, Mumuh Maulana, 30 tahun, terluka di bagian punggung dan kepala.

    “Peristiwa terjadi pukul 03.00 WIB,” kata Kepala Kepolisian Sektor Cipayung, Komisaris Cecep Subagja. Ketika itu, kata dia, sekitar 20 orang pekerja lepas dari Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur sedang menyapu dan memungut sampah yang berserakan pasca pesta malam pergantian tahun di sekitar luar Taman Mini.

    “Tiba-tiba ada sekelompok pengendara motor bersenjata tajam menyerang mereka,” kata Cecep. Mengetahui geng motor sedang mengamuk, mereka melarikan diri dan bersembunyi ke semak-semak serta saluran air. (Baca: Waspadai 80 Titik Rawan Geng Motor di Jakarta)

    Mumuh yang terlambat menyelamatkan diri menjadi sasaran amukan belasan pengendara sepeda motor yang bersenjatakan berbagai senjata tajam. Sabetan celurit melukai Mumuh, terutama di bagian punggung dan kepalanya.

    Melihat korban berlumuran darah, gerombolan geng motor kabur. Petugas kebersihan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. “Korban mendapat belasan jahitan dan telah diperbolehkan pulang pagi tadi,” kata dia. 

    Polisi tengah mengidentifikasi geng motor tersebut, untuk selanjutnya dilakukan perburuan terhadap para pelaku. Pasca aksi geng preman, polisi memperketat penjagaan di sekitar Taman Mini. “Untuk meminimalisasi kemungkinan tindak kriminal di jalan sekitar TMII,” ujar dia. (Baca; Siapa di Balik Geng Motor Y-Gen Jakarta Timur?)

    Menurut dia, sejak malam Tahun Baru hingga tadi malam, Taman Mini ramai dikunjungi masyarakat. Karena itu, konsentrasi personel keamanan masih menjaga taman seluas 150 hektar ini. Selain itu, mereka juga akan mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. "Kami lebih fokus pada pengamanan pengunjung di dalam TMII," kata Cecep.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Baca Berita Terpopuler
    Ahok Promosikan Penemu Puing Air Asia, Siapa Dia?
    Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry
    Tayangan Air Asia, KPI Sentil Tiga Stasiun TV
    Jasad Pramugari Air Asia Tiba di Pelabuhan Kumai
    Fakta tentang 15 Korban Air Asia QZ8501

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.