Digusur, Warga Kampung Pulo Harus Pilih Kompensasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Kampung Melayu, Jakarta Timur, Bambang Pangestu, mengatakan penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 190 tahun 2014 tentang pemberian santunan kepada penggarap tanah negara kemungkinan mengubah skema pembebasan lahan Kampung Pulo. Bambang menjelaskan, rencana merelokasi seluruh warga Kampung Pulo ke Rusun Sewa milik pemerintah mungkin terbagi menjadi relokasi atau hanya pembebahan lahan.

    "Kami masih menunggu kebijakan pilihan pemerintah," kata Bambang ketika dihubungi, Sabtu, 3 Januari 2015. Bambang menyampaikan, dengan Peraturan Gubernur yang baru saja dikeluarkan 18 Desember 2014, warga yang memiliki kelengkapan surat ataupun memenuhi persyaratan berhak menerima dana santunan sebagai ganti penggarapan lahan tanah milik negara. (Baca: Ini Momentum Puncak Curah Hujan di Jakarta)

    Bambang melanjutkan, warga yang menenuhi persyaratan tadi dan menerima dana kompensasi tidak lagi diberi fasilitas rusun sebagai relokasi. Besaran dana santunan yang akan diterima warga menggunakan skema perhitungan 25 persen x Nilai Jual Objek Pajak x luas tanah. (Baca: Jakarta Utara Buat Pengungsi Banjir Rp 2 Miliar)

    Singkatnya, pembayaran santunan kepada warga Kampung Pulo menghapuskan kewajiban memberikan fasilitas rusun relokasi. "Karena pemberian fasilitas relokasi biasanya untuk pendekatan penertiban, kalau dibayarkan santunan artinya ini tanggung jawab pemerintah sudah dilakukan dengan membayar," kata dia. (Baca: Djarot 'Endus' Penjualan Bantuan Korban Banjir)

    Bambang mengaku sudah mulai menginformasikan kemungkinan pembayaran santunan tanpa fasilitas relokasi kepada warga. Bambang berharap warga tidak lagi berharap mendapatkan keduanya (fasilitas kompensasi dan santunan) ketika pembebasan area Kali Ciliwung mulai dilakukan. (Baca juga: Wagub Djarot Minta Wali Kota Hibur Korban Banjir)

    MAYA NAWANGWULAN

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Gobel Jamin Restrukturisasi Utang Pedagang Klewer
    Anggota ISIS Beberapa Kali Bocorkan Persembunyian
    Minuman Keras Oplosan Tewaskan 3 Warga Bekasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.