Premium Turun, Tarif Angkot Tak Ikut Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supir menunjukkan tarif baru yang dikeluarkan koperasi angkot di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 24 November 2014. Tarif angkutan umum telah resmi diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, namun belum ada edaran resmi kenaikan tarif tersebut, sehingga membingungkan para sopir dan penumpang. TEMPO/Dasril Roszandi

    Supir menunjukkan tarif baru yang dikeluarkan koperasi angkot di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 24 November 2014. Tarif angkutan umum telah resmi diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, namun belum ada edaran resmi kenaikan tarif tersebut, sehingga membingungkan para sopir dan penumpang. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Awal tahun ini, pemerintah memutuskan menetapkan harga baru untuk bahan bakar minyak jenis Premium, solar, dan minyak tanah. Harga Premium dipatok turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600. Harga solar turun dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250. Namun, penurunan harga Premium tak membuat tarif angkutan umum ikut turun.

    "Tarif angkot yang saat ini berlaku adalah tarif angkot ketika Premium naik jadi Rp 8.500," kata Syarief, 37 tahun, sopir Mikrolet 06, kepada Tempo, Ahad, 4 Januari 2015.

    Dia mencontohkan, untuk tarif jarak dekat, Stasiun Jatinegara-Kampung Melayu, penumpang harus membayar Rp 3.000--sebelumnya Rp 2.000. Sedangkan, untuk jarak yang lebih jauh, misalnya Kampung Melayu-UKI, ongkosnya Rp 4.000. Kampung Melayu-PGC ongkosnya Rp 5.000. Dan Kampung Melayu-Gandaria ongkosnya Rp 6.000.

    Sama seperti M 06, Metro Mini pun tak menurunkan tarif. Metro Mini 50 jurusan Kampung Melayu-Klender, misalnya, tetap dengan tarif Rp 4.000 untuk umum dan Rp 2.000 untuk pelajar. (Baca: Harga BBM Turun Berapa Ongkos Metromini)

    Sopir Metro Mini 50, Epo, 44 tahun, menuturkan tak ada pemberitahuan dari Organda DKI untuk menurunkan tarif. "Jadi, kami tetap pada kesepakatan awal kenaikan ongkos," ujarnya.

    Penumpang Mikrolet, Karina, 48 tahun, mengaku tak yakin jika ongkos angkutan umum akan turun. Menurut dia, biasanya, harga yang sudah naik akan sulit turun, apa pun yang terjadi. "Harusnya enggak usah diturunin lagi harga Premium, sudah terlanjur naik semua," katanya. (Baca: Bagi Nelayan, BBM Turun di Saat yang Salah)

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


    Berita terpopuler:
    Jonan Balas 'Surat Cinta' Pilot Qatar Airways 
    Surat Cinta Menteri Jonan untuk Para Pilot
    AirAsia Mirip Garuda yang Mendarat di Sungai  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.