Bekasi Gelontorkan Rp 142 M Perbaiki Sekolah Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat melaksanakan program nasional penanggulangan pekerja anak bersama pelajar sekolah dasar dikawasan Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (29/3). Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh kembang secara sempurna dan terbebaskan dari berbagai bentuk pekerjaan terburuk. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat melaksanakan program nasional penanggulangan pekerja anak bersama pelajar sekolah dasar dikawasan Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (29/3). Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh kembang secara sempurna dan terbebaskan dari berbagai bentuk pekerjaan terburuk. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengalokasikan dana sebesar Rp 142 miliar untuk perbaikan sebanyak 128 gedung sekolah di wilayah setempat. "Kerusakan beragam mulai dari ringan hingga berat," kata Kepala Dinas Bangunan dan Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Dadang Ginanjar, Ahad, 4 Januari 2015.

    Menurut dia, bangunan gedung sekolah yang mengalami kerusakan mulai tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas dan kejuruan. Perbaikan kali ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang mencapai 95 unit. (Baca: Pemerintah Bekasi Akan Bongkar Gudang untuk SMA 180)

    Selama 2014, Pemerintah Kota Bekasi memutus dua kontrak perbaikan sarana pendidikan itu karena pihak ketiga menyalahi kesepakatan. Adapun sekolah yang batal diperbaiki karena pemutusan kontrak ialah SDN 14 Durenjaya, dan SMPN 22 Bekasi Barat. "Tidak sesuai dengan perencanaan," kata Dadang.

    Dadang menambahkan, perbaikan sekolah rusak pada 2015 merupakan bagian dari target pengentasan sekolah rusak sampai 2018 secara bertahap. Karena itu, ia meminta masyarakat sabar menunggu perbaikan. "Prioritas yang rusak berat," ujar dia. (Baca: Nilai Rata-rata Ujian SMA Turun )

    Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Ronny Hermawan, mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah melakukan perbaikan gedung sekolah yang rusak, terutama SMP, SMK dan SMAN. "Penambahan ruang kelas baru juga penting," kata dia.

    Ronny menambahkan juga harus memperhatikan sekolah luar biasa. Menurut dia, Kota Bekasi dianggap masih mengalami kekurangan gedung sekolah bagi penyandang disabilitas. "Pemerintah juga harus menambah jumlah SLB (Sekolah Luar Biasa)," ujar dia. "Karena anak-anak disabilitas juga punya hak yang sama."

    ADI WARSONO

    Baca juga:
    Premium Turun, Tarif Angkot Tak Ikut Turun

    Duka Air Asia, Bendera Berkibar Setengah Tiang

    27 Perusahaan Asing Tolak Kenaikan UMP Jakarta

    Wisatawan Sabang Diserang, Turis Asing Batal Tiba


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.