Usai Rombak Pejabat, Ahok Kebanjiran Pengaduan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan  perombakan pejabat yang dilakukannya pada awal 2015 telah membawa hasil. Saat ini, banyak pejabat eselon II yang datang kepadanya untuk mengadu atau memberi laporan.

    "Saya senang banyak pejabat yang menjadi staf mengadu ke saya," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 5 Januari 2015.

    Menurut Ahok, umumnya, mereka yang mengadu ingin menyampaikan uneg-uneg tentang penggantinya. Apalagi mereka menilai pejabat yang menggantikan tidak lebih baik dibanding mereka. "Ya, sekarang saya hanya menampung saja pengaduan itu," ujarnya.

    Ahok menuturkan, selama ini, dia telah memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk melaporkan para pejabat yang menurut mereka kinerjanya tak baik. Namun kesempatan itu tidak pernah dilakukan dengan berbagai alasan. "Sekarang, mereka baru cerita. Saya kumpulkan dulu."

    Ahok melantik 5.243 pegawai eselon II, III, dan IV pada Jumat, 2 Januari 2015. Seusai pelantikan, dia mengatakan akan mengevaluasi kinerja pegawai setiap tiga bulan. Evaluasi itu bertujuan menyaring pegawai yang berkompetensi dan ingin melayani warga. (Baca: Awal 2015, Ahok Lantik 2.000 Pejabat Baru DKI)

    Untuk itu, tutur Ahok, fungsi Inspektorat DKI akan diperkuat. Satuan itu bertugas mendampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam mengawasi kinerja para pegawai. Alasannya, selama ini, Inspektorat lebih banyak diam, meski mengetahui kesalahan sistem dan kinerja pegawai. Kesimpulan itu muncul lantaran Ahok masih banyak menerima laporan tentang pemerasan.

    Pegawai yang kedapatan melakukan kesalahan, ujar Ahok, diperas oleh Inspektorat. Setelah tak sanggup lagi menyetor uang, mereka akan melaporkan pegawai Inspektorat ke Ahok. "Ini salah Inspektorat yang tak mengontrol dari awal," kata Ahok. (Baca: Ahok Ancam Pejabat Baru: Jangan 'Bermain')

    LINDA HAIRANI

    Berita lain:
    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur 

    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?

    Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan











     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.