Ahok Perluas Larangan Sepeda Motor, tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP memberhentikan pengendara motor yang melintas di ruas jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Desember 2014. Mulai hari ini sepeda motor dilarang melintas di Jalan MH Thamrin (mulai dari Bundaran HI) sampai Jalan Medan Merdeka Barat. TEMPO/ M Iqbal Ichsan

    Petugas Satpol PP memberhentikan pengendara motor yang melintas di ruas jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Desember 2014. Mulai hari ini sepeda motor dilarang melintas di Jalan MH Thamrin (mulai dari Bundaran HI) sampai Jalan Medan Merdeka Barat. TEMPO/ M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bakal memperluas pelarangan melintas untuk kendaraan roda dua. Selama ini, pengendara sepeda motor dilarang melintas di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia, Jalan M.H. Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat.

    Ahok menginginkan sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said juga diberlakukan pelarangan tersebut. "Kami sih ingin seluruh jalan protokol distop motor," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 6 Januari 2015. (Baca: Masyarakat Mulai Terbiasa Pembatasan Motor)

    Menurut Ahok, pelarangan tersebut bakal digulirkan setelah semuanya siap. "Tunggu busnya siap. Hitungannya menurut polisi siap, kami jalan," ujar Ahok. Indikatornya, Ahok mengatakan, adalah kedatangan bus, baik bus tingkat maupun bus Transjakarta yang ada setiap 1 menit. (Baca: Ahok Dinilai Langgar Aturan Sendiri)

    Ihwal nasib pengedara motor, Ahok mengatakan, tak bisa memenuhi ekspektasi semua orang. "Kamu enggak bisa nyenangin semua orang," kata Ahok. Ahok yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur mengklaim evaluasi pembatasan kendaraan roda dua berhasil menurunkan kemacetan. "Sudah pasti (jalanan) lebih kosong." (Baca: Larang Motor, Perancang Busana Ini Puji Ahok)

    Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pargaulan Butarbutar mengatakan banyak jalan alternatif yang bisa digunakan oleh pengendara sepeda motor yang berkantor di sepanjang Jalan Sudirman. Ia menyebutkan, Jalan Hasyim Asyari, Jalan DR Satrio, dan Jalan H.R. Rasuna Said bisa menjadi alternatif bagi pengendara menuju Sudirman. (Baca: Ahok Batasi Sepeda Motor, Lulung Beri Solusi)

    Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit mendukung upaya pemerintah memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum. "Kami sangat setuju," ucap dia. (Baca: Ahok Larang Motor, Fahrurrozi: Itu Bodoh)

    Namun, menurut dia, sebaiknya evaluasi pelarangan motor yang telah dilakukan di Jalan M.H. Thamrin serta Medan Merdeka Barat sebaiknya dipublikasi. "Publik ini belum tahu titik mana saja yang terdampak, berapa banyak yang pindah ke angkutan umum, tempat parkir yang disediakan digunakan atau tidak, dan lainnya." (Baca juga: Dewan Transportasi Setuju Pembatasan Motor Diperluas)

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Adian Napitupulu: Wiranto Danai 'Di Balik 98'?
    Apa Kata Gerrard Setelah Jadi Pahlawan Liverpool?
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.