Lagi, Bekasi Dirisak di Medsos  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme/Gambaran Plesetan Kota Bekasi. (uniqspot.com)

    Meme/Gambaran Plesetan Kota Bekasi. (uniqspot.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekasi, Jawa Barat, kembali menjadi bahan ejekan netizen di jejaring sosial. Tema pada meme tersebut tidak berbeda jauh dengan sebelumnya yang menyinggung jauhnya ke Bekasi.

    Dalam meme yang beredar Rabu, 7 Januari 2015, ada seorang perempuan dan pria. Perempuan yang mengenakan cardigan warna merah muda terlihat tertawa menatap telepon selulernya. Pria di sebelahnya juga tertawa sembari menatap telepon seluler milik perempuan tadi. (Baca: Silsilah Bulak Kapal di Bekasi)

    Di atas keduanya terdapat sebuah kalimat yang setiap katanya didominasi warna putih, kuning, dan biru. Kalimat tersebut berbunyi: "Liburan ke Aussie lebih muda dibanding ke Bekasi". (Baca: Meski Dirisak, Harga Tanah di Bekasi Melambung)

    Sebelumnya, ada satu gambar yang menyebutkan letak Bekasi sangat jauh dari Jakarta. Ada juga yang menyebutkan Bekasi bukan bagian dari bumi dan tak ada dalam peta dunia. Lainnya menilai Bekasi sebagai kota dengan suhu udara terpanas. (Baca: Bekasi Dirisak, Wali Kota Pilih Bangun Mal)

    Merasa tersudut, pemerintah Bekasi melalui akun Twitter resminya, @pemkotbekasi, meminta dukungan kepada masyarakat. "Tuips, akhir2 ini bekasi sering di bully. Utk support, yuk tuip twet ttng bekasi dgn hastag #IniBekasiKu," cuit akun pemerintah Bekasi, Sabtu, 11 Oktober 2014. (Baca juga: Bekasi Dirisak, Sopir Bus Bekasi-Jakarta Berbagi Cerita)

    SINGGIH SOARES

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok 
    Misteri Slot Air Asia, Aroma Kongkalikong Menguat 
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar
    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.