Pemandu Wisata Di-PHK, Ahok: Syukur, Berlagu Sih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre untuk menaiki Bus Tingkat Pariwisata di kawasan Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,  3 Januari 2015. Bus Tingkat Pariwisata masih menjadi pilihan warga Jakarta untuk berlibur, namun tingginya jumlah peminat dan belum memadainya jumlah armada bus. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Warga antre untuk menaiki Bus Tingkat Pariwisata di kawasan Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 3 Januari 2015. Bus Tingkat Pariwisata masih menjadi pilihan warga Jakarta untuk berlibur, namun tingginya jumlah peminat dan belum memadainya jumlah armada bus. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku bersyukur dengan pemutusan kontrak 12 pemandu wisata bus tingkat City Tour Jakarta. "Saya bersyukur sekali sekarang mereka sudah diberhentikan," kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 7 Januari 2015. "Sebab, jika diperpanjang kontraknya, kalau sampai tiga tahun, mati saya."

    Ahok menyebut kasus pemutusan kontrak pemandu wisata memiliki motif. "Kalau mental seperti itu (pemandu wisata), nanti mereka minta jadi pegawai negeri sipil," ujar Ahok. Sekarang, menurut Ahok, DKI sudah kelebihan PNS. (Baca: Ahok: Bisa Mati Saya Mereka Minta Jadi PNS)

    Di DKI, ada sekitar 70 ribu pegawai negeri sipil dan 30 ribu pegawai honorer. Jika ditotal, pegawai di DKI sebanyak 100 ribu. Jumlah tersebut, kata Ahok, sangat tidak ideal dibandingkan dengan pegawai Pemerintah Kota Manila yang hanya sekitar 17 ribu. "Makanya saya ingin pecat-pecatin PNS yang malas," ucap Ahok. (Baca: Pemandu Bus Wisata Jakarta Di-PHK Via Telepon)

    Ahok menyebutkan 12 pemandu wisata tersebut berlagu dengan membuka kasusnya ke publik. "Apalagi jumlahnya 120 orang, mereka bisa demo. Gue justru kesal dengan permintaan mereka, gue pecat malah kalau gitu," kata Ahok. (Baca: Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok)

    Ahok juga memastikan 12 pemandu wisata itu tidak mendapatkan kompensasi. "Mereka, kan, kontrak. Baru berapa bulan mereka kerja, sudah minta kompensasi," kata Ahok.

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:

    Air Asia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok 
    Misteri Slot Air Asia, Aroma Kongkalikong Menguat 
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar
    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.