Ahok: APTB Sangat Salah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Ciputat - Kota menunggu penumpang di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (4/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Ciputat - Kota menunggu penumpang di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (4/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengakui kebijakan membolehkan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) salah kaprah. "Jujur saja, bagi saya, APTB itu salah. Itu adalah kebijakan yang sangat salah," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 6 Januari 2015.

    Ahok mengaku sempat ingin menghapus trayek APTB dan menggantinya dengan Transjakarta. Namun rencana tersebut tidak jadi dilakukan. "Kami sudah ingin hapuskan trayek dan ganti Transjakarta, tapi kenapa ciptakan trayek lagi," ujar Ahok. Sayangnya, ia tak menyebutkan kenapa tak jadi menghapus APTB. (Baca: Pemandu Wisata Di-PHK, Ahok: Syukur, Berlagu Sih)

    Ke depan, Ahok berencana melebur APTB dengan Transjakarta di bawah manajemen PT Transjakarta. "Gabung melebur menjadi Transjakarta, dan kita bayar rupiah per kilometer," ujar Ahok. "Ini distop. Kemarin, saya bilang sama Dinas Perhubungan, tapi enggak jalan. Kalau enggak jalan lagi, ganti lagi Kepala Dishub-nya." (Baca: Ahok Akan Tertibkan Wilayah Operasi Bajaj)

    Idealnya, tutur Ahok, tidak perlu menggunakan APTB untuk menyambungkan Jakarta dengan daerah penyangganya. "Kalau mau sampai ke ujung, ya, Transjakarta-nya dong diperpanjang, supaya biaya orang lebih murah," katanya. (Baca: Ahok: Bisa Mati Saya Mereka Minta Jadi PNS)

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit sepakat dengan Ahok. Menurut dia, semestinya, APTB tidak masuk ke DKI. "Namanya juga angkutan perbatasan. Kalau dari Tangerang, seharusnya sampai Kalideres," tuturnya. (Baca: Ahok Kesengsem Bajaj Listrik Produksi Cawang)

    Benjamin juga menilai APTB kerap melanggar aturan. Misalnya, menurunkan dan menaikkan penumpang tidak pada tempatnya atau sering keluar-masuk jalur. Meski begitu, ia belum bisa menindak, apalagi menghapus trayek APTB. "Kita lihat kesalahan APTB di mana. Saya lihat catatan dari Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya." (Baca juga: Pemandu Bus Wisata Jakarta Di-PHK Via Telepon)

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok 
    Misteri Slot Air Asia, Aroma Kongkalikong Menguat 
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar
    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.