Kasus Sabu 840 Kg, Temuan Terbesar di Asia Tenggara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan kapal yang membawa sabu usai dilakukan rekonstruksi di Dermaga Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 6 Januari 2015. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Warga menyaksikan kapal yang membawa sabu usai dilakukan rekonstruksi di Dermaga Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 6 Januari 2015. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Narkotika Nasional, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, mengatakan penggerebekan penyelundupan 840 kilogram sabu di Lotte Mart Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin, 5 Januari 2015, merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. (Baca: Pengedar 800 Kilogram Sabu Diincar oleh 7 Negara)

    Menurut dia, di Asia Tenggara, sebelumnya tidak ada yang menangkap bandar yang membawa lebih dari 150 kilogram narkoba. "Dalam pertemuan dengan kepala badan narkotika se-Asia Tenggara, terungkap tidak ada yang menangkap di atas 150 kilogram," ujarnya, Rabu, 7 Januari 2015. Penggerebekan sabu ini sekaligus merupakan tangkapan paling besar oleh lembaganya.

    Dari penggerebekan itu, BNN meringkus sembilan tersangka, termasuk Wong Ching Ping yang menjadi buron di tujuh otoritas pemerintah. Delapan lainnya berinisial SL, SN, TST, TSL, SEF, CHM, SJJ, dan ADK. Mereka merupakan warga negara Indonesia dan asing, yakni 4 warga Hong Kong, 4 WNI, dan 1 warga Malaysia.

    Sabu itu disamarkan dalam 42 karung, yang tiap satu karung berisi 20 bungkus kopi merek Cina dengan berat 1 kilogram. "Sabu ini siap diedarkan di Jakarta dan kota besar di Indonesia," tutur Sumirat. (BNN: Laut Jadi Jalur Baru Penyelundupan Narkoba)

    HUSSEIN ABRI YUSUF



    Berita kasus narkoba lainnya:
    Mengejar Pemasok Narkoba Raffi Cs
    Geger 'Pesta' Narkoba Para Pesohor 
    Polisi Tangkap Pemasok Narkoba untuk Fariz R.M.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.