Keluarga Polisi Cabul Ancam Bakar Rumah Orang Tua Bocah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Yiorgos Karahalis

    REUTERS/Yiorgos Karahalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bocah korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Bripka Chandra, anggota Kepolisian Sektor Jatinegara, Jakarta Timur, tak mau pulang ke rumah. Pasalnya, dia trauma dengan kompleks perumahan Kodam di daerah Cipayung, Jakarta Timur, tersebut.

    "Pernah saya coba bawa dia naik mobil lewat gang kompleks, tapi dia berkeras menolak," kata ayah korban, Edison Situmorang, saat ditemui Tempo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari 2015.

    Menurut dia, sejak kejadian pada Kamis, 18 September 2015, anaknya tak mau pulang ke rumah orang tuanya karena takut. Dia memilih untuk pulang ke rumah bibinya di daerah Ciracas karena dirasa aman. Karena itu, dia dan keluarga memilih untuk pindah sementara ke apartemen di kawasan Kuningan. "Mood anak kami membaik setelah pindah," katanya.

    Namun bapak tiga anak ini berencana mencari rumah baru di daerah Grogol, Jakarta Barat, dekat tempat kerja istrinya. Menurut dia, rumah akan lebih nyaman untuk tumbuh kembang dan penyembuhan trauma anaknya.

    Edison sendiri baru sekitar satu setengah tahun menempati rumahnya di bilangan Cipayung tersebut. Menurut dia, lingkungan kompleks tersebut aman-aman saja. Namun memang si pelaku tak berhubungan baik dengan tetangga sekitar. "Pelaku sering petantang-petenteng bawa pistol jika di sekitar perumahan," katanya.

    Selain itu, keluarga pelaku pun tak beriktikad baik kepada korban. Edison mengatakan keluarga pelaku malah menuduh dirinya fitnah, bahkan mengancam membakar rumah korban. Dia mengatakan, di rumah pelaku, ada tiga kepala keluarga yang tinggal di sana. Pelaku merupakan menantu pemilik rumah.

    Saat ini, rumah korban tak ada yang menempati. Edison bersama istri, tiga anak, dan tiga pembantunya pindah ke unit apartemen dua kamar. Di apartemen ini, korban bermain-main dengan kedua adiknya atau main di playground dan kolam renang apartemen. Sesekali Edison mengajak anaknya ke pusat perbelanjaan sebagai hiburan. "Tapi dia kadang suka menunduk takut jika berhadapan dengan pria dewasa," ujarnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Baca juga:
    Penyerang Kantor Media Anti-ISIS Pakai Kalashnikov

    Honda Dongkrak Penjualan 73,9 Persen

    Peringatan Dini AS Tak Berdampak pada Turis Bromo

    Sita Aset PT Taspen Diwarnai Kericuhan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.