Hilang 20 Jam, Bocah 8 Tahun Tewas di Sungai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR menggunakan Tug Boat menyisir Sungai Mahakam (18/4). Hingga Kamis sore, tiga penumpang ditemukan tewas, 37 selamat dan 20 orang masih dinyatakan hilang. Antara/Amirullah

    Tim SAR menggunakan Tug Boat menyisir Sungai Mahakam (18/4). Hingga Kamis sore, tiga penumpang ditemukan tewas, 37 selamat dan 20 orang masih dinyatakan hilang. Antara/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Andriano, 10 tahun, siswa kelas IV sekolah dasar asal Gang Bengko, RT 04 RW 02, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ditemukan tewas pada Kamis, 8 Januari 2015, setelah 20 jam mengilang. Dia tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di Sungai Cisadane, sehari sebelumnya.

    "Setelah melakukan pencarian dengan menerjunkan perahu karet dan petugas yang berenang ke dasar sungai, korban akhirnya berhasil ditemukan," kata koordinator tim evakuasi yang juga menjabat Kabid Dalops Pol PP Kota Bogor, Agustiansyah, Kamis, 8 Desember 2015.

    Dia menuturkan korban ditemukan di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, atau sekitar 5 kilometer dari lokasi pertama kali korban diketahui tenggelam. "Mungkin, karena arus Sungai Cisadane cukup deras pada malam tadi, jenazah korban pun terbawa hanyut hingga 5 kilimeter dari lokasi pertama hilang," kata Agus.

    Sementara itu, Mulyadi, 43 tahun, orang tua korban, mengaku mendapat informasi bahwa anaknya tenggelam karena tidak bisa berenang. Dia mendapat informasi itu pada Rabu lalu pukul 16.30. "Saya tahu anak saya hilang setelah ada tiga temennya, yakni Arya, Tegar, dan Bayu, datang ke rumah dan mengantarkan pakaian milik anak saya. Akan tetapi, mereka tidak bilang apa-apa, mungkin karena mereka takut," ujarnya, Kamis, 8 Desember 2015.

    Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilakukan otopsi. Korban dikebumikan di TPU dekat rumahnya.

    M. SIDIK PERMANA

    Terpopuler
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk pada Singapura?
    Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak 
    10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial
    Jonan: Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.