Lurah Susan di Gondangdia dan Cerita 50:3  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lurah Susan Jasmine Zulkifli saat ditemui di ruangannya di kelurahan Lenteng Agung Jakarta (26/8). Menurut warga setempat, tidak semua warga meminta pemindahtugasan lurah Susan. Tempo/Aditia Noviansyah

    Lurah Susan Jasmine Zulkifli saat ditemui di ruangannya di kelurahan Lenteng Agung Jakarta (26/8). Menurut warga setempat, tidak semua warga meminta pemindahtugasan lurah Susan. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Susan Jasmine Zulkifli merupakan satu dari 6.505 pejabat yang digeser Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Jumat, 2 Januari 2015. Sebelum menjabat Lurah Gondangdia, Susan merupakan Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Kepada Tempo, Susan menceritakan perbedaan tugasnya saat menjadi lurah di Lenteng Agung dengan di Gondangdia. Salah satunya adalah tanda tangan berkas untuk masyarakat. "Lima hari setelah diganti, saya baru tanda tangan tiga KTP," kata Susan kepada Tempo di kantornya, Rabu, 7 Januari 2015. Padahal, selama menjabat Lurah Lenteng Agung, Susan biasanya menandatangani sekitar 50 KTP setiap hari. (Baca: PKL Beri Amplop Lurah Susan, Apa Reaksinya?)

    Susan menuturkan berkas yang perlu ditandatangani sedikit karena jumlah penduduk di Kelurahan Gondangdia hanya 4.000 jiwa. Sedangkan di Lenteng Agung, ujar Susan, ada 54 ribu jiwa. "Jadi, perbandingannya 1:14." (Baca: Jadi Lurah Gondangdia, Susan Tak di Kantor, ke Mana?)

    Sedikitnya penduduk karena di Gondangdia mempunyai luas 104,6 hektare dengan lima rukun warga dan 40 rukun tetangga. Sedangkan Kelurahan Lenteng Agung mencakup wilayah seluas 234 hektare dengan 40 rukun warga dan 114 rukun tetangga. (Baca: Ahok Pindahkan Lurah Susan, Promosi atau Demosi?)

    Selain sedikitnya penduduk, Gondangdia termasuk daerah elite. Untuk itu, tutur Susan, dia akan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelurahan. "Nanti, dari kelurahan akan melakukan pendekatan." (Baca juga: Ahok Pindahkan Lurah Susan dari Lenteng Agung)

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ekor Air Asia Ditemukan di Dasar Laut
    Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak
    Kutipan Utuh Fatwa Boleh Interupsi Khotbah Ngawur
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk Singapura?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.