Kebun Raya Bogor Atasi Biaya Korban Pohon Tumbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Tommy Satria

    TEMPO/ Tommy Satria

    TEMPO.CO, Bogor - Empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah tertimpa batang pohon damar di Kebun Raya Bogor (KRB), Ahad 11 Januari 2015. Menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Didik Widyatmoko, lembaganya akan bertanggung jawab atas musibah ini. (Baca: Pohon Roboh di Kebun Raya Bogor Berumur 50 Tahun)

    Didik mengatakan, Manajemen Kebun Raya Bogor akan menanggung semua biaya perawatan untuk korban pohon tumbang. Menurut dia, setiap pengunjung Kebun Raya Bogor sudah diasuransikan. "Karena itu, kami akan menanggung biaya untuk korban luka maupun meninggal dunia," kata dia di Rumah Sakit PMI Bogor.

    Menurut Didik, peristiwa ini terjadi di area pohon damar di Jalan Astrid atau sekitar 500 meter dari pintu III Kebun Raya Bogor. Di area itu, ada 180 karyawan  PT Asalta Mandiri Agung yang tengah menggelar gathering. Mereka kemudian tertimpa batang pohon dari ketinggian 4 meter diatas tanah, dengan ukuran diameter 1 meter dan panjang 15 meter. (Baca: Pohon Tumbang, Kebun Raya Bogor Hadapi Kesulitan)

    Empat karyawan bernama  Sarijo (39), Surjana (42), Supriyono (32), dan Saefulloh (43) meninggal dunia. Sebanyak 31 orang lain mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit PMI. Pengurus Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) PT Asalta Mandiri Agung, Ujang Masikun, mengatakan tidak ada angin kencang pada saat kejadian. Namun tiba-tiba batang pohon itu jatuh dan menimpa rekan-rekannya. "Saya sempat bilang awas, tetapi teman-teman tidak sempat menghindar."

    SIDIK PERMANA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Tunjuk Budi Gunawan, Kapolri Cacat Bawaan 
    Budi Gunawan Bermasalah, Ini Saran untuk Jokowi 
    Jokowi Tunjuk Budi Gunawan Cepat, Mengapa?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.