Bima Arya Beri Santunan Korban Pohon Tumbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Arya Sugiarto. Dok.TEMPO/Seto Wardhana

    Bima Arya Sugiarto. Dok.TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, akan memberikan santunan untuk korban pohon tumbang di Kebun Raya Bogor. Menurut Bima, bantuan itu berupa mobil ambulans dan dana sosial. "Tapi dana sosial hanya untuk warga Kota Bogor, kami sedang mendatanya," kata dia kepada Tempo, Ahad 11 Januari 2015. (Baca: Kebun Raya Bogor Atasi Biaya Korban Pohon Tumbang)

    Namun, Bima enggan menyebutkan nilai dana sosial yang diberikan untuk para korban.
    Untuk korban selain warga Bogor, kata Bima, akan diberi santunan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). "LIPI akan menanggung semuanya, kami hanya membantu," ujarnya. (Baca: Pohon Tumbang, Kebun Raya Bogor Hadapi Kesulitan)

    Sebanyak empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tertimpa batang pohon damar di Kebun Raya Bogor. Peristiwa ini terjadi pada pukul 10.15 WIB, saat dahan pohon damar berdiameter 1 meter dengan panjang 15 meter menimpa ratusan karyawan PT Asalta Mandiri Agung yang sedang berwisata. (Baca: Pohon Roboh di Kebun Raya Bogor Berumur 50 Tahun)

    Korban yang tewas yakni Sarijo (39 tahun), Surjana (42), Supriyono (32), dan Saefulloh (43). Pengurus Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) PT Asalta Mandiri Agung, Ujang Masikun, mengatakan tidak ada angin kencang pada saat kejadian. Namun tiba-tiba batang pohon itu jatuh dan menimpa rekan-rekannya. "Saya sempat bilang awas, tetapi teman-teman tidak sempat menghindar."

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Terpopuler
    Jokowi Tunjuk Budi Gunawan, Kapolri Cacat Bawaan 
    Jokowi Tunjuk Budi Gunawan Cepat, Mengapa?
    Diancam Bom, Kantor VoA Indonesia Gelap Gulita

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.