Ahok Rela 'Penggal' Bapaknya jika Langgar Aturan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komitmen Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam menegakkan aturan mungkin tak bisa ditawar lagi. Ahok menjamin dirinya akan bersikap tegas kepada pelanggar aturan, meski itu adalah keluarganya sendiri.

    Sikap itu ditunjukkan Ahok kepada seorang politikus yang menanyakan komitmennya dalam memberantas pelanggar hukum. Ahok mengaku sempat ditanya seperti ini oleh seorang politikus ketika pertama kali masuk partai. "Jika bapak kamu melanggar aturan, apa yang kamu lakukan?" (Baca: Setelah Batasi Motor, Ini Rencana Ahok buat Mobil)

    Ahok mengaku saat itu memberi jawaban tegas. "Saya jawab saja akan saya penggal kepala bapak saya," kata Ahok setelah meresmikan Patung Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka Barat, Ahad, 11 Januari 2015.

    Politikus itu tidak terima dengan jawaban Ahok. "Kok, kamu tega. Itu, kan, bapak kamu," kata politikus itu. Menurut Ahok, bapaknyalah yang tega karena telah menyusahkan dirinya. "Sudah tahu saya punya posisi, kenapa menyusahkan. Berarti, bapak saya yang tega." (Baca: Djarot Sebut 1.000 Minimarket di DKI Bermasalah)

    Ahok juga ternyata sempat bertengkar dengan istrinya, Veronica Tan, soal kebijakan penggusuran rumah toko atau ruko ilegal. Veronica marah karena mengklaim sejumlah ruko itu memiliki sertifikat dan punya pelanggan banyak. Ahok lalu menimpali. "Mereka seharusnya bersyukur, sudah untung puluhan tahun meski melanggar, tidak ditindak dan digugat," ujar Ahok. Ahok juga menjamin tidak akan memberikan kompensasi kepada pedagang yang terkena gusuran itu, termasuk keluarganya.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler
    2 Perusahaan Ini Setor Duit ke Budi Gunawan

    Diancam Bom, Kantor VoA Indonesia Gelap Gulita

    Jokowi: Izin Penerbangan Bertahun-tahun Dibiarkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.