Korban Tewas Tragedi Kebun Raya Jadi 5 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebun Raya Bogor. TEMPO/Rully Kesuma

    Kebun Raya Bogor. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Bogor - Korban tewas akibat tertimpa batang pohon damar yang patah karena keropos dan diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun di Kebun Raya Bogor (KRB) bertambah satu orang, Ahad, 11 Januari 2015. Total korban tewas dalam kejadian tersebut menjadi lima orang.

    "Korban kelima yang tewas tersebut atas nama Rizki, 25 tahun. Sebelumnya, korban memang dalam kondisi kritis saat dibawa ke RS PMI Bogor," kata juru bicara RS PMI Bogor, Yudha Waspada, saat dihubungi wartawan, Ahad malam. (Baca: Korban Tewas di Kebun Raya Bogor Luka pada Kepala)

    Korban merupakan salah satu karyawan PT Assalta Mandiri Agung yang tengah mengadakan kegiatan di Kebun Raya Bogor. Korban bersama ratusan rekan kerjanya mengunjungi Kebun Raya Bogor untuk membahas dan mensosialisasikan kenaikan UMK yang belum direalisasikan oleh perusahaan mereka. "Korban yang merupakan warga Kampung/Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, ini meninggal pada pukul 23.00 karena luka parah di kepala dan patah tangan," ujarnya. (Baca: Kebun Raya Bogor Atasi Biaya Korban Pohon Tumbang)

    Yudha menuturkan korban meninggal di ruang IGD saat dilakukan observasi dokter. Korban belum sempat dirujuk ke ruang ICU. Menurut Yudha, korban memang rencananya dirujuk ke ruang ICU. Namun, karena kondisinya kritis, korban tidak bisa dipindahkan dan harus dipantau secara intensif oleh dokter. Kondisi korban lambat laun melemah dan akhirnya meninggal.

    Sementara itu, kata Yudha, dua korban kritis lainya, yakni Ahmad Saefulah dan Andre, harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapat perawatan khusus di ruang ICU, karena ruang ICU di PMI penuh. Untuk pasien atas nama Ahmad Saefullah dirujuk ke RS Sentra Medika, Cibinong, sementara pasien Andre harus dibawa ke RS Vania Sukasari dan ditempatkan di ruang khusus ICU.

    Hingga pukul 00.00, masih ada tujuh korban lain dalam penanganan petugas medis RS PMI, dan semua korban sudah dipindah ke ruang perawatan. "Korban atas nama Didi, Taufik Hidayat, Nur Ali, dan Yuli saat ini dirawat di ruang VIP Plamboyan. Pasien atas nama Irma dan Suhardi dirawat di ruang kelas dua Seruni dan Dahlia. Sementara pasien atas nama Meki dirawat diruang kelas tiga Dahlia," tuturnya.

    Beberapa jam sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sempat menjenguk dan melihat langsung kondisi tiga korban kritis di Ruang IGD RS Bogor. "Semua biaya perawatan korban ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kebun Raya Bogor. Dan korban meninggal dunia pun mendapatkan bantuan dari asuransi Jasa Raharja, karena setiap tiket masuk mereka sudah termasuk asuransi," kata Bima. (Baca juga: Korban Tewas di Kebun Raya Bogor Luka pada Kepala)

    M.SIDIK PERMANA

    Berita lain:
    Black Box Air Asia Ternyata Kejepit Bodi Pesawat
    Teror di Paris, Pria Muslim Penyelamat Ini Dipuji
    Pilih Budi Gunawan, Jokowi: Masak Pilih yang Jauh  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.