13 Posko Disiapkan Antisipasi Banjir Kampung Pulo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggendong anaknya dengan menggunakan ban saat menerobos banjir yang merendam kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, 27 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Warga menggendong anaknya dengan menggunakan ban saat menerobos banjir yang merendam kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, 27 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengatakan 13 posko pengungsi sudah siap menampung warga yang rumahnya terendam banjir. "Posko banjir sudah siap karena musim hujan lebat sudah datang," kata Bambang di kantornya, Senin, 12 Januari 2015.

    Menurut Bambang, posko itu tersebar di beberapa titik, antara lain Kantor Suku Dinas Jakarta Timur, Kantor Kelurahan Kampung Melayu, serta gedung SDN 01 dan SDN 02 Kampung melayu. Ada juga kantor Yayasan Dairul Khairot, Masjid Attawabin, Musala Khairul Anam, basement Rumah Sakit Hermina, dan Gereja Koinonia. "Ada juga posko kecil di tingkat rukun tetangga dan rukun warga," kata Bambang. (Baca: Banjir Kampung Pulo, Warga Pilih Uang Kompensasi)

    Selain menyiapkan posko banjir, kata Bambang, Kelurahan Kampung Melayu juga menggandeng Palang Merah Indonesia untuk membantu mengurus layanan kesehatan dan logistik. PMI, kata dia, juga bertanggung jawab menugaskan tim evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir.

    Nantinya, PMI juga bertugas menyiapkan sarapan pagi bagi pengungsi banjir berupa bubur kacang hijau dan roti. Adapun makan siang akan diurus oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, sementara makan malam kembali menjadi tanggung jawab PMI. "Khusus pengungsi yang bertahan di loteng rumah disiapkan gula, beras, mi instan, kopi, dan teh," ujarnya.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Terpopuler
    Korban Tewas di Kebun Raya Bogor Luka pada Kepala
    Pohon Roboh di Kebun Raya Bogor Berumur 50 Tahun 
    Dirisak Iklan, Sekda Bekasi: Sakitnya Tuh di Sini 
    Korban Tewas Tragedi Kebun Raya Jadi 5 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.