Jakarta Barat Gelar Razia Preman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi preman. Frontpagemag.com

    Ilustrasi preman. Frontpagemag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menangkap 103 terduga preman yang berkeliaran di Jakarta Barat. Razia itu merupakan operasi rutin yang disebut Operasi Cipta Kondisi. “Ada anak punk, preman, tunawisma," kata Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Herru Julianto, Senin, 12 Januari 2015. (Baca:Lima Titik Rawan di Jakarta Utara dan Barat)

    Menurut dia, polisi bekerja sama dengan Komando Distrik Militer 0503 Jakarta Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjaring orang-orang yang dianggap meresahkan warga. Herru mengaku menerima banyak laporan dari warga mengenai premanisme di wilayah kerjanya. "Kebanyakan laporan yang masuk ke pos pantau itu soal pengamen yang memaksa, bahkan mengancam," ujar Herru.

    Dari hasil razia yang dilakukan delapan kepolisian sektor di wilayah Jakarta Barat, Polsek Tambora menangkap 28 orang, Polsek Kalideres 19 orang, Polsek Kembangan 16 orang, Polsek Tanjung Duren 11 orang, Polsek Palmerah 9 orang, Polsek Kebon Jeruk dan Polsek Tamansari masing-masing 8 orang, serta Polsek Cengkareng 4 orang. (Baca juga: Polisi Tangkap 44 Preman Monas dan Senen)

    Herru melanjutkan, ratusan orang itu akan diperiksa lebih lanjut untuk dilihat apakah terlibat tindak pidana, seperti penjambretan atau pencopetan, atau tidak. Hanya yang terbukti terlibat yang akan diproses lebih lanjut. Sebab, Heru melanjutkan, tak semua yang terjaring razia terbukti preman. Beberapa di antaranya adalah pengamen dan tunawisma. "Kalau tidak terbukti, akan langsung dimasukkan ke panti sosial di Kedoya," ujarnya.

    Namun, Herru menambahkan, ada beberapa di antara mereka yang ditangkap ketika mengamen dengan cara mengintimidasi dan menggedor-gedor kaca mobil. “Atau memaksa penumpang untuk memberi uang," katanya. Ia berharap operasi ini dapat menciptakan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. (Baca juga: Kisah Ahok dan Keluarga Saat Diancam Preman Pluit)

    DINI PRAMITA

    Berita Lainnya:
    Adian Mau Pinjam Di Balik 98, Lukman Sardi Marah 
    Anak Buah Susi Tangkap 3 Kapal Pelaku Transhipment
    Garuda Hentikan Penerbangan Rute Denpasar-Brisbane
    Galau Profesi? Ini Tipsnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.