Ahok: Percuma Nyogok Saya, Mending...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menantang pihak swasta untuk membangun taman dan memugar banguan serta patung. "Daripada nyogok saya miliaran mending bangun taman. Percuma nyogok, dana operasional gubernur lebih gede," ujar Ahok di Jakarta, Ahad, 11 Januari 2015.

    Pernyataan itu disampaikan Ahok sembari berkelakar saat meresmikan Patung Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka Barat. Pemugaran patung yang dilakukan sejak Oktober 2014, itu disponsori Bank OCBC NISP. Pemugaran dilakukan bersama pematung asal Bali Nyoman Nuarta. (Baca: Soal Monorel Jakarta, Ahok Takut Sama Jaksa Nakal)

    Ahok mengapresiasi pemugaran patung yang berdiri sekitar 20 tahun itu. "Saya sangat senang dan terima kasih. Karena ditaruh di tempat yang pas dekat Monas," kata Ahok. Adapun Monas merupakan ikon Jakarta. (Baca: Ahok Rela 'Penggal' Bapaknya jika Langgar Aturan)

    Menurut Ahok, banyak patung dan bangunan bersejarah lain, seperti Kota Tua yang perlu dipugar, termasuk pembangunan taman-taman di Ibu Kota. Selain itu, Ahok juga menginginkan patung-patung lain bermunculan di Ibu Kota. "Tapi yang membangun bukan pemerintah DKI melainkan swasta," kata Ahok. (Baca: Ahok Robohkan Ruko, Veronica: Kamu Tega!)

    Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja bangga bisa berperan memugar patung bersejarah itu. Parwati berharap Patung Arjuna Wijaya bisa menjadi salah satu ikon Ibu Kota dan menarik para wisatawan. "Kami terhormat bisa berperan menjadikan Jakarta lebih indah." (Baca: Kerja Sama dengan Palyja, DKI Bakal Rugi Rp 18 Triliun)

    Patung arjuna wijaya dibangun sekitar 1987. Patung ini dibangun hadiah gubernur DKI waktu itu untuk masyarakat Jakarta. Patung dengan panjang 40 meter, tinggi 4 meter dan berat 3 ton itu terbuat dari tembaga dan kuningan. (Baca juga: Setelah Batasi Motor, Ini Rencana Ahok buat Mobil)

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ternyata, Budi Gunawan Dapat Rapor Merah KPK 

    Jonan Anulir Sanksi Maskapai, 'Siapa Yang Bodoh' 

    Black Box Air Asia Ternyata Kejepit Bodi Pesawat

    Kartun Muhammad Dicetak Ulang, Surat Kabar Diteror


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.