Alat Canggih Pendeteksi Pohon Keropos Milik IPB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Rektorat Kampus Institut Pertanian Bogor Jalan Raya Darmaga, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    Gedung Rektorat Kampus Institut Pertanian Bogor Jalan Raya Darmaga, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor - Peneliti sekaligus Guru Besar Entemologi Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dodi Nandika, mengatakan kampusnya memiliki alat untuk mendeteksi kondisi pohon. Alat bernama 'sonic tomography' ini, menurut Dodi, mampu mendeteksi 'penyakit' di dalam pohon yang tak kasat mata.

    "Alat ini bisa mendeteksi kesehatan pohon seperti halnya alat rontgen pada manusia," kata Dodi, Senin 12 Januari 2015. Hasil deteksi sonic tomography, Dodi menjelaskan, berupa pencitraan atau foto. Sehingga, bisa diketahui keadaan di dalam batang pohon tanpa merusak pohon tersebut. (Baca: Hujan Deras, Awas Pohon Tumbang di Daerah Ini)

    Dodi melanjutkan, alat sonic tomogragphy bisa menunjukkan kondisi bagian di dalam pohon dari kecepatan gelombang suara yang merambat di bagian dalam kayu. "Prinsip teknologi berbasis akustik ini adalah dirambatkannya gelombang suara ke dalam batang pohon dengan alat transducerrs," ujarnya. "Suara merampat lebih lebih cepat melalui kayu solid (utuh) dibandingkan dengan kayu busuk atau retak." (Baca: Pohon Roboh di Kebun Raya Bogor Berumur 50 Tahun)

    Dia mengatakan, alat yang dimiliki dan digunakan oleh penetiti IPB ini berasal dari Jerman, dengan harga Rp 250 juta, dan hanya satu-satunya di Indonesia.  Dengan ketersediaan alat dan peneliti, IPB menawarkan kepada Pemerintah Kota Bogor dan Kebun Raya Bogor untuk berbagi pengalaman dalam mendeteksi dan menganalisis kesehatan pohon. (Baca: Pohon Tumbang, Kebun Raya Bogor Hadapi Kesulitan)

    Alasannya, Dodi mengatakan, kerawanan pohon tumbang tidak hanya ada di dalam Kebun Raya Bogor, tetapi juga di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor. "Tinggal nanti bagaimana tindak lanjutnya, apakah akan ditebang atau diperkuat dengan menggunakan semen," kata dia. (Baca juga: Ada 212 Pohon di Bogor yang Rawan Tumbang)

    M SIDIK PERMANA

    Topik terhangat:

    AirAsia | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ternyata, Budi Gunawan Dapat Rapor Merah KPK 
    Jonan Anulir Sanksi Maskapai, 'Siapa Yang Bodoh' 
    Black Box Air Asia Ternyata Kejepit Bodi Pesawat
    Ahok Robohkan Ruko, Veronica: Kamu Tega!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.