Ahok Bilang APTB Salah, Bekasi 'Keukeuh'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Ciputat - Kota melintas di jalan Sudirman Jakarta, Kamis (4/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Ciputat - Kota melintas di jalan Sudirman Jakarta, Kamis (4/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta DKI Jakarta mempertimbangkan rencana penghapusan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di wilayah setempat. "Karena APTB masih menjadi andalan kami," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman, Selasa, 13 Januari 2015.

    Menurut Supandi, Bekasi setuju dengan perpanjangan Transjakarta sampai ke wilayah perbatasan yang diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun saat ini infrastruktur di Kota Bekasi belum mendukung. "Baru di Harapan Indah, Medansatria, saja," ujarnya. (Baca: Ahok: APTB Sangat Salah)

    Karena itu, menurut dia, sambil menunggu pertumbuhan infrastruktur, pihaknya meminta agar APTB tak dihapuskan sementara. Soalnya, menurut Supandi, jumlah penumpang APTB cukup banyak. "Sehari bisa mencapai 6.000 orang," katanya.

    APTB di Kota Bekasi ada tiga trayek, yaitu Terminal Bekasi-Tanah Abang, Terminal Bekasi-Dukuh Atas, dan Terminal Bekasi-Bundaran Hotel Indonesia. Satu trayek lainnya, Terminal Bekasi-Pulogadung, tidak berjalan karena mendapat penolakan sopir angkutan umum lainnya.

    Ketiga trayek yang masih berfungsi itu dilayani oleh 30 armada bus dari dua operator, yaitu Mayasari Bhakti dan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Setiap operator mengoperasikan 15 unit bus. Adapun jumlah shelter ada enam titik. Keenam shelter itu terdapat di Terminal Bekasi satu titik, di Jalan Joyo Martono tiga titik, di Rawapanjang satu titik, dan di Jalan Ahmad Yani dekat Jalan Tol Bekasi Barat satu titik.

    "Penataan ulang dan penghapusan APTB memang ranahnya Pemprov DKI," ujarnya. Supandi menilai APTB sudah mulai mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas kendaraan di jalan penghubung Bekasi-Jakarta. Dari 430 ribu perjalanan, kata dia, sekitar 52 persen didominasi kendaraan pribadi. "Kalau bagus, nyaman, tepat waktu, orang akan pilih APTB."

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta menghapus APTB. "Tidak apa-apa dihapus. Yang penting ada gantinya," kata Rahmat.

    Rahmat menyampaikan perihal infrastruktur yang belum maksimal. Ia meminta DKI Jakarta sekaligus membuat infrastruktur seperti yang ada di Jakarta. "Fasilitas yang dibangun di DKI itu harus sama dengan yang dibangun di Bekasi," ujar Rahmat.

    ADI WARSONO

    Topik terhangat:

    AirAsia | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Anggota TNI Foto Narsis di Puing Air Asia Dikecam 
    Balas Murdoch, JK Rowling Bela Muslim di Twitter
    Kesaksian Teman Mahar Laskar Pelangi Sebelum Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.