Ada Kampung Anti-Miras di Lenteng Agung, Artinya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Resor Banyumas memusnahkan 6.600 botol minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat selama setahun di GOR Satria Purwokerto, 23 Desember 2014. TEMPO/Aris Andrianto

    Kepolisian Resor Banyumas memusnahkan 6.600 botol minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat selama setahun di GOR Satria Purwokerto, 23 Desember 2014. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Samsuri masih ingat peristiwa yang terjadi di kampungnya di RT 14 RW 5, Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sekitar setahun lalu. Ketika itu, enam orang meregang nyawa setelah menenggak minuman keras oplosan. "Kejadiannya di RW 1," kata Samsuri, Selasa, 13 Januari 2015.

    Meski tak seorang pun korban minuman keras yang tewas itu punya pertalian darah dengan Samsuri, pria 45 tahun ini merasa terpukul. Samsuri berandai-andai, mungkin saja suatu saat nanti anggota keluarganya yang jadi korban. "Saya kepikiran terus," katanya.

    Syahdan, saat muncul rencana menjadikan daerah kediamannya sebagai perkampungan anti-minuman keras, Samsuri menyambut baik. Samsuri menilai rencana ini adalah langkah awal pemberantasan minuman keras di kampungnya. "Saya enggak mau bernasib sama," ujarnya lagi.

    Kampung anti-minuman keras adalah program yang digagas Fahira Idris, putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Lingkungan Samsuri di RT 14 RW 5 Lenteng Agung adalah kampung teranyar yang mendeklarasikan diri masuk dalam program ini pada Ahad lalu. Artinya, semua warung dan minimarket yang termasuk dalam wilayah ini dilarang menjual minuman keras. Warga juga tak boleh mengkonsumsinya di setiap sudut kampung.

    Wilayah RT 14 RW 5 ini menjadi kampung kesebelas yang ambil bagian dalam program Kampung Anti-Miras. Beberapa perkampungan yang terlebih dulu memproklamasikan diri, antara lain, perkampungan di Cengkareng, Pulau Tidung, dan Kenari.

    Meski kini sebelas wilayah telah mendeklarasikan diri sebagai kampung anti-minuman keras, toh Fahira sebenarnya tak memulai program ini dengan mudah. Saat menyambangi beberapa kampung dan memaparkan program, tak jarang ia justru mendapat penolakan. "Mungkin ada pengurus rukun tetangga yang punya toko miras sehingga menolak," ia berpraduga.

    Fahira tak beroleh penolakan seperti itu ketika mendekati tetua di RT 14 RW 5 sekitar dua bulan lalu. Setelah intens berkomunikasi, mereka sepakat mendeklarasikan RT 14 RW 5 Lenteng Agung sebagai kampung anti-minuman keras. "Biasanya, pendekatan mencapai enam bulan," ujarnya.

    Bukti keseriusan warga RT 14 dengan program ini, Fahira menambahkan, terlihat saat pendeklarasian program itu. Warga penuh sesak di pelataran seluas lapangan bola voli yang juga berfungsi sebagai balai pertemuan warga RT 14. Samsuri mendukung pernyataan ini. "Kemarin (saat deklarasi), hampir semua orang tua hadir," kata Samsuri.

    ARIE FIRDAUS

    Topik Terhangat:
    AirAsia
    | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Menteri Andrinof: Jepang Cuma Menggertak

    Lima Jenderal Ini Disebut Punya Rekening Gendut
    Beredar Foto Mesra, Abraham: Itu Gosip


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.