Jembatan Sentiong Akhirnya Ambruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Jembatan Putus. ANTARA/Rudi Mulya

    Ilustrasi Jembatan Putus. ANTARA/Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Tangerang -  Jembatan Sentiong di Jalan Raya Kresek-Balaraja yang ambles sejak dua hari lalu kini ambruk. Badan jembatan yang semula hanya ambles sebagian dan masih bisa dilalui kendaraan, kini ambruk dan sama sekali tidak bisa dilewati. "Akses penghubung wilayah utara dan barat Kabupaten Tangerang terputus," ujar Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Yuyus Rusnady saat dihubungi pagi ini, 15 Januari 2015.

    Menurut Yuyus, jembatan yang ambruk tadi malam itu membuat  Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang kelabakan mengatur arus lalu lintas yang saat itu masih padat. Dinas Perhubungan langsung melakukan rekayasa lalu lintas darurat.

    Angkutan umum dari arah Balaraja dihentikan di Terminal Sentiong. Penumpang harus berjalan kaki menyeberangi sungai menggunakan sisi jembatan yang tersisa untuk melanjutkan perjalanan ke arah Kresek-Kronjo menggunakan angkutan umum yang berada di seberang jembatan. "Hingga pagi ini situasinya masih crowded (padat). Terjadi penumpukan kendaraan di seberang jembatan arah Kresek," kata Yuyus.

    Sementara itu, kendaraan roda empat dan roda dua dari arah Kresek-Kronjo dialihkan ke rute Perahu-Sentul-Jalan Raya Serang. Jalur alternatif sepanjang 4 kilometer ini cukup panjang dan memutar. Adapun arus kendaraan dari arah Balaraja dialihkan ke persimpangan Adi-Sentul-Jalan Raya Serang.

    Menurut Yuyus, pengalihan seluruh kendaraan ini membuat jalur alternatif tersebut padat. (Baca: Ambles, Jembatan Sentiong Masih Dilalui Kendaraan.)

    Meski sudah mengetahui jembatan tersebut ambles beberapa hari belakangan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak langsung melakukan penanganan darurat. "Kami lihat dulu kondisi terakhir di lapangan. Kalau ada kemungkinan ditutup ya ditutup. Jalur alternatifnya sudah disiapkan," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen kepada Tempo kemarin.

    Zaki mengatakan perbaikan tidak bisa langsung dilakukan karena Pemerintah Kabupaten masih harus menunggu proses pencairan dana anggaran baik yang diambil dari pos dana darurat maupun APBD 2015. (Baca: Bupati: Perbaikan Jembatan Pakai Dana Darurat.)

    JONIANSYAH

    Berita lain:
    7 Hal Terjadi Setelah Budi Gunawan Tersangka 
    Lima Jenderal Ini Disebut Punya Rekening Gendut 
    4 Risiko Budi Gunawan Jika Ngotot Jadi Kapolri  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.