Wagub Djarot Risau DKI Banyak Hunian Tak Manusiawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menyapa burung peliharaannya kicauan usai bersilaturahmi dengan wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menyapa burung peliharaannya kicauan usai bersilaturahmi dengan wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Banyaknya tempat tinggal warga Jakarta di antara tumpukan sampah dan bau yang menusuk hidung, membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat tak habis pikir. Di benak mantan Wali Kota Blitar tersebut banyaknya hunian semacam itu adalah dampak dari pembiaran masyarakat dan juga pemerintah daerah selama ini.

    "Di Jakarta ini, selama saya datang ke setiap daerah, banyak tempat hunian yang enggak layak dan tak manusiawi," kata Djarot saat memberikan pemaparan di hadapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Administrasi jakarta Utara, di Gedung Wali Kota Jakarta Utara, Kamis, 15 Januari 2015. (Baca: Djarot Blusukan ke Jakarta Timur, Apa Hasilnya?)

    Di Jakarta Utara khususnya masih banyak kolong jembatan, bantaran sungai yang dijadikan tempat untuk tinggal. Padahal menurut Djarot dilihat dari berbagai sisi pun hal tersebut tidak ada yang memenuhi standar tempat tinggal yang layak. Rumah di bantaran sungai misalnya, kondisi rumah membelakangi sungai membuat masyarakat memiliki kebiasaan buang sampah ke sungai tanpa sadar dampaknya pada lingkungan dan kesehatan mereka pribadi.

    "Awalnya karena hanya ada satu, sedikit sampai jadi banyak itu dampak pembiaran, harusnya yang seperti ini harus segera diambil tindakan," ujar Djarot. Djarot pun mengimbau pada jajaran birokrat di Pemkot Jakarta Utara agar bisa bertindak lebih sigap menangani permasalahan menahun semacam ini. (Baca: Djarot Mau Datang, Mesin Layanan Mati Diumpetin)

    Menurut dia, jangan sampai ada lagi tindak pembiaran terhadap warga yang membuat tempat tinggal di wilayah terlarang dan kawasan tak layak huni. "Kalau ada yang lihat harus segera ambil tindakan. Kalau tak bisa segera laporkan pada SKPD terkait jika merasa tak sesuai tupoksi, setidaknya minimal ada koordinasi dengan SKPD terkait. laporkan segera," kata Djarot berapi-api.

    Petugas atau pejabat wilayah yang masih lamban merespon permasalahan semacam ini menurut Djarot yang membuat birokrasi kerap tidur dan menganggap sepele masalah di depan mata. "Jangan sampai tunggu besok, kalau sudah dilapor masih tak ada tindakan dari pejabat terkait, laporkan pada saya," kata Djarot dengan tegas.

    Kamis kemarin, Djarot memang mengunjungi tiga kantor Wali Kota di wilayah administrasi di DKI Jakarta di anataranya Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan jakarta Selatan. Pertemuan tersebut diadakan agar ada dialog langsung dari pemerintah provinsi dengan kota. Koordinasi dan komunikasi perlu dibangun agar bisa menjaga kesamaan visi dan misi membangun pemerintahan. "Di kesempatan seperti ini harusnya bisa bapak-ibu manfaatkan untuk mengeluarkan unek-unek, mau kesal, marah, silakan," kata Djarot.

    AISHA SHAIDRA

    Berita Lain
    Mayra Hills, Pemilik Dada Terbesar di Dunia

    Kantor Pemberi Duit Anak Budi Gunawan Misterius

    Kasus Budi Gunawan: 3 Indikasi Jokowi Kurang Tegas

    Obat Pikun Ini Ada di Dapur Anda




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.