BBM Turun, Sopir Angkot Tunggu Keputusan Organda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Sopir angkutan perkotaan belum bisa menurunkan tarif angkutan jika tiba-tiba pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. "Kami sebagai pengemudi ikuti Organda (Organisasi Angkutan Darat) saja, ikuti Dishub (Dinas Perhubungan). Kalau suruh turun, ya, turun," kata Sianipar, 41 tahun, sopir angkot rute Depok-Pasar Minggu di Jalan Margonda Raya, Depok, Jumat, 16 Januari 2015.

    Dia mengaku belum mendengar informasi rencana penurunan harga BBM. Kalaupun terjadi penurunan harga BBM, ujar dia, ongkos yang harus dibayarkan penumpang belum tentu langsung kena dampak. Namun, menurut dia, hingga Jumat pagi, tidak ada pengumuman apa pun mengenai perubahan tarif yang diberikan Dinas Perhubungan dan Organda Depok. (Baca: Harga BBM, Menteri Sofyan: Jumat ada Kabar Baik)

    Menurut Sianipar, kenaikan harga BBM akhir tahun lalu menyebabkan ongkos perjalanan naik Rp 1.000. Namun dia mengakui bahwa terkadang kenaikan harga ongkos merupakan inisiatif para pengemudi sendiri ketika pengumuman resmi Dinas Perhubungan dan Organda setempat belum ada. "Karena, kalau enggak dinaikin, enggak keuber setorannya," ujarnya. 

    Sianipar menyampaikan, saat penyesuaian penurunan harga BBM menjadi Rp 7.600 per liter dari Rp 8.500 per liter untuk Premium, penurunan ongkos yang sudah telanjur dinaikkan tidak terjadi. 

    Dia berharap Dinas Perhubungan dan Organda mengambil ancang-ancang penurunan tarif angkutan yang baru. "Biar besoknya kami sudah pasang harga baru dan tidak perlu cekcok sama penumpang."

    MAYA NAWANGWULAN

    Topik terhangat:

    Calon Kapolri | Harga BBM Turun | AirAsia | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Lantik Budi Gunawan, Jokowi Lemahkan Diri Sendiri 
    Kisah Rani, Kurir Narkoba Jelang Hukuman Mati
    Evolusi Pembantu Menjadi Penulis dan Motivator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.