5 Polisi Bawa Narkoba Diduga Satu Jaringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penyidik tengah memeriksa secara intensif para anggota kepolisian yang kedapatan membawa narkoba. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui apakah para anggota yang ditangkap terlibat dalam jaringan yang sama.
    "Masih kami kembangkan terus," kata Martinus, Sabtu, 17 Januari 2015.(Baca: Karyawan TV Swasta Pesta Sabu Bersama Polisi)

    Penangkapan pertama terjadi Rabu, 14 Januari 2015 lalu. Polisi menggerebek sebuah rumah kos di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, dan menangkap tiga orang polisi aktif dan seorang karyawan televisi swasta yang tengah asyik menghisap sabu.(Baca: Dalam 3 Hari, Lima Polisi Tertangkap Bawa Narkoba)

    Keesokan harinya Direktorat Reserse Narkona Polda Metro Jaya menangkap Aipda Andri Agus di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Dari Andri, polisi menyita barang bukti sabu seberat 15 gram, timbangan, dan alat hisab sabu.

    Pada Jumat, 16 Januari 2015 lalu tim dari Polda Metro Jaya menangkap Brigadir Sudirman di sebuah hotel di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Jakarta Barat. Ia ditangkap dengan barang bukti sabu sebanyak 600 gram dan 7.455 butir pil ekstasi. (Baca: Tak Ada Perintah Penyamaran Polisi Bawa Narkoba)

    Kasus tersebut kini ditangani oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya. Meski begitu, Martinus enggan menjelaskan perkembangan penyidikan. "Masih diperiksa secara intensif," ujar dia.

    LINDA HAIRANI



    Berita lainnya:
    Tunda Budi, Jokowi Hindari 3 Masalah Besar
    Jokowi Pilih Budi Gunawan, Ahok: Orang Salah Paham

    Abdee Slank Bicara Soal Artis dan Keputusan Jokowi

    Jokowi Tunda Budi Gunawan, Ini Drama di Istana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.