Begini Cara Bandar Selundupkan Sabu 840 Kg  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahan-bahan kimia untuk membuat narkotika jenis sabu-sabu saat gelar kasus di Polresta Denpasar, Bali, 19 September 2014. DON SR merupakan pengedar sekaligus pembuat sabu-sabu itu ditangkap dengan sejumlah barang bukti berupa bahan-bahan kimia dan alat pembuat sabu-sabu seharga 300 juta Rupiah. TEMPO/Johannes P. Christo

    Bahan-bahan kimia untuk membuat narkotika jenis sabu-sabu saat gelar kasus di Polresta Denpasar, Bali, 19 September 2014. DON SR merupakan pengedar sekaligus pembuat sabu-sabu itu ditangkap dengan sejumlah barang bukti berupa bahan-bahan kimia dan alat pembuat sabu-sabu seharga 300 juta Rupiah. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional menyatakan Wong Ching Ping, warga negara Hong Kong, telah menyiapkan rencana penyelundupan sabu secara matang. Informasi itu merujuk pada modus pengemasan sabu dan rencana penyimpanan sabu seberat 840 kilogram.

    Menurut Direktur Prekursor dan Psikotropika BNN Komisaris Besar Agus Andrianto, sindikat Ping mengemas kristal sabu dalam bungkus kopi ukuran sekitar 1 kilogram. Dalam bungkus kopi bercorak hijau itu, sabu dikemas lagi dalam plastik putih. "Kemasan kopi itu dimasukkan dalam karung yang berisi sekitar 20 bungkus kopi," kata Agus kepada Tempo di Jatinegara, Jakarta Timur, Ahad, 18 Januari 2015. (Baca: Kasus Sabu 840 Kg, BNN Selidiki Pencucian Uang.)

    BNN menangkap Wong Ching Ping dan delapan rekannya di Lotte Mart Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin, 5 Januari 2015. Dia hendak bertransaksi narkoba dengan tiga warga Hong Kong. Dari tangan Ping, BNN menyita 840 kilogram sabu senilai Rp 1,6 triliun. (Baca: Tangkap 9 Pengedar, BNN Sita 800 Kg Sabu.)

    Selain pengemasan, Agus menambahkan. jaringan Ping telah menyiapkan gudang penyimpanan sabu tersebut. Hal itu diketahui setelah BNN menggeledah salah satu rumah di Perumahan Citra Garden III Blok C 11 Nomor 2A. "Mereka sudah menyiapkan ruangan rahasia sebagai gudang sabu di rumah itu," ujarnya.

    Ruangan itu, kata Agus, ialah sebuah kamar mandi di salah satu kamar tidur utama. Di dalam kamar mandi itu, ada bak berbentuk bathtub dan diletakkan sebuah rak di atas bak tersebut. "Rak itu yang rencananya dipakai sebagai kotak penyimpanan sabu," dia menjelaskan.

    BNN kini sedang menyelidiki dugaan pencucian uang yang dilakukan sindikat Ping di Hong Kong. Selain itu, kepolisian Hong Kong juga digandeng untuk memburu bos jaringan Ping berinisial LKT yang diduga mengendalikan bisnis sabu tersebut. "Keluarga dari LKT ini sudah ditangkap dan rekening mereka diblokir untuk kepentingan penyidikan pencucian uang," kata Agus.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Terpopuler
    Jokowi Tunda Budi Gunawan, Ini Drama di Istana
    Badrodin Haiti Diangkat jadi Kapolri, Ini Kata KPK
    Kompolnas Minta KPK Usut Rekening Gendut Badrodin
    Jokowi Jasmerah, 'Jangan Sampai Mega Marah'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.