Ahok Bongkar Anggaran Siluman Rp 8,8 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah mengutak-atik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015. Caranya dengan mengusulkan ribuan kegiatan atau pokok pikiran buah dari reses.

    Ahok menyebut usulan tersebut sebagai kegiatan siluman. "Sudah disusun, tiba-tiba muncul anggaran siluman Rp 8,8 triliun. Kirim surat kepada kami bilang ada titipan dari DPRD, nih, visi-misi," kata Ahok di Gedung Smesco, Jakarta, Ahad, 18 Januari 2015. (Baca: Ahok-Organda Rapat Tarif Angkutan Umum Besok)

    Surat dari DPRD itu, ujar Ahok, diserahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Isinya, memerintahkan Bappeda memasukkan kegiatan usulan Dewan ke APBD 2015. "Bappeda, kan, enggak bisa isi lagi, kan, sudah e-budgeting. Ya, saya perintahkan enggak boleh ada kompromi," katanya.

    Salah satu kegiatan yang diusulkan DPRD adalah anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk sosialisasi SK Gubernur. Anggaran sebesar itu yang membuat Ahok geram. "Rp 46 miliar setahun gila enggak? Apa yang mau disosialisasi SK Gubernur? Makanya saya marah, tapi mereka enggak mau. Bilangnya enggak tahu apa-apa." (Baca: Ahok: Muhammad, Pemimpin tanpa Punya Dendam)

    ERWAN HERMAWAN

    Baca berita lainnya:
    Soal Kapolri, Ruhut: Jokowi Melihat Sesuatu
    Oegroseno Bela Suhardi Alius dari Cap Pengkhianat

    Australia Galau pada Jokowi Soal Eksekusi Warganya

    Pakaian Putih, Terpidana Bertanda Tembak di Dada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.