35 Jembatan Tangerang Kritis, Hanya 17 Diperbaiki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menutup jalan raya Kresek akibat jembatan ambruk di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, 15 Januari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Warga menutup jalan raya Kresek akibat jembatan ambruk di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, 15 Januari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang, Irwan Firmansyah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya mampu memperbaiki 17 dari 35 jembatan rusak pada 2015.

    Perbaikan separo dari yang direncanakan tersebut, kata dia, karena dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tangerang 2015 hanya diberikan sebesar Rp 7,2 miliar. (baca: Jembatan Ambles, Jalan Balaraja-Kresek Terputus)

    “Hanya 17 jembatan yang bisa diperbaiki tahun ini,” kata Irwan kepada Tempo, Ahad, 18 januari 2015. Menurut Iwan, perbaikan belasan jembatan rusak tersebut sudah menjadi skala priotitas.

    “Memang tidak sekaligus semua diperbaiki, yang sifatnya lebih mendesak dulu,” ujar dia.
    Selain merenovasi, pihaknya meningkatkan status jembatan dari tipe C ke B atau A. Perubahan status itu dilihat dari kapasitas dan beban kendaraan yang melintas.

    Dia mencntohkan jembatan Sentiong di Jalan Raya Kresek yang ambles dan roboh pada Selasa pekan lalu yang tak mampu menahan beban kendaraan dengan beban yang melebihi kapasitas. “Kapasitas kendaraan yang melintas di atas 30 ton dan status jembatannya tipe C,” ujar dia. (baca: Jembatan Sentiong Akhirnya Ambruk

    “Akan direnovasi sekaligus ditingkatkan statunya menjadi tipe A,” kata Irwan. Jembatan tipe C hanya memiliki panjang 4,5 meter, tipe B sepanjang 6 meter, dan A sepanjang 7 meter.

    Iwan mengatakan, ke-17 jembatan yang diperbaiki tahun ini tersebar di sejumlah kecamatan. Di Jalan Raya Pakuaji, sebagi contoh, ada tiga jembatan yang kondisinya kritis karena sering terendam air laut. “Jembatan akan ditinggikan juga,” kata Iwan.

    Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang mengindentifikasi sebanyak 35 jembatan atau 15 persen dari 238 jembatan yang dalam kondisi kritis. Selain karena faktor usia yang rata rata diatas 30 tahun, jembatan uga mengalami kelebihan beban. 

    "Kondisinya hampir sama dengan jembatan Sentiong yang ambles," kata Iwan. Iwan mengatakan, selain 35 jembatan tersebut, ratusan jembatan lainnya belum diperiksa secara detail. "Tapi dari visual masih kelihatan layak," katanya.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang, Mad Romli, mengatakan pihaknya akan mendorong agar anggaran perbaikan jembatan ditambah. “Pada Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2015 akan kami perjuangkan untuk ditambah,” katanya.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.