Peringatan Banjir, BPBD Jakarta Pasang Sirene  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satuan kepolisian  saat melakukan penyelamatan warga yang terbawa arus kali ciliwung di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2015. Aksi tersebut dalam rangka simulasi penanganan banjir  ibukota yang di gelar oleh Polda Metro Jaya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Satuan kepolisian saat melakukan penyelamatan warga yang terbawa arus kali ciliwung di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2015. Aksi tersebut dalam rangka simulasi penanganan banjir ibukota yang di gelar oleh Polda Metro Jaya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan sistem peringatan dini atau early warning system dalam menghadapi banjir awal 2015. Sejumlah sarana peringatan dini telah disiapkan supaya warga lebih bersiap menghadapi banjir.

    Kepala BPBD DKI Jakarta Deny Wahyu mengatakan ada beberapa sarana sistem peringatan dini yang siap digunakan, antara lain pemantauan tinggi muka air di sembilan pintu air secara real time serta broadcast message kepada warga soal potensi banjir melalui SMS dan media sosial.

    “Serta pengeras suara yang ditempatkan di permukiman rawan banjir," kata Deny kepada Tempo, Senin, 19 Januari 2014. Pekan lalu, BPBD baru merampungkan pemasangan sirene peringatan banjir di lima kelurahan, yakni Bidara Cina dan Kampung Melayu di Jakarta Timur, Ulujami dan Petogogan di Jakarta Selatan, serta Rawa Buaya di Jakarta Barat. 

    Semua kelurahan itu merupakan wilayah langganan banjir dan dilewati aliran sungai seperti Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, dan Angke. Pengeras suara yang terhubung dengan Pusat Kendali Operasi BPBD di Balai Kota melalui gelombang radio itu berfungsi memperingatkan warga jika ada potensi banjir. 

    "Di Pusdalops, kan, pemantauan tinggi muka air kami lakukan 24 jam nonstop," katanya. Jika cuaca terus hujan lalu ketinggian air di pintu air pada sungai-sungai meningkat, petugas langsung mengirimkan pemberitahuan melalui broadcast message. (Baca: Pusat Pengendali Banjir: Tidak Mungkin Kampung Melayu Banjir.)

    Petugas juga menyampaikan pesan menggunakan sirene dan kalimat imbauan melalui lima pengeras suara itu. "Nanti petugas BPBD yang akan berbicara langsung melalui radio."

    PRAGA UTAMA


    Berita Terpopuler:
    Ahok Bongkar Anggaran Siluman, Saran untuk DPRD
    Gadis Indo Jelita Si Pemulung Sampah 
    Drone, Seperti Burung Dara yang Bisa Kembali
    Budi Gunawan Ditunda, DPR Bisa Jegal Jokowi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.