TNI Gadungan Menipu, Seragam Beli di Pasar Senen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan

    Ilustrasi Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Cilincing menangkap Fery Kristianto, 42 tahun, karena melakukan penipuan dan penggelapan dengan menjadi anggota TNI gadungan. Bermodal kaus, celana, dan sepatu TNI yang dibelinya di Pasar Senen, dia nekat menipu warga Sukapira, Cilincing, hingga mencapai Rp 60 juta.

    Kepala Polsek Cilincing Komisaris Edi Purnawan mengatakan Fery ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Tipar Cakung, RT 04 RW 06, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Ahad, 18 Januari 2015. "Pelaku kami tangkap saat hendak dikeroyok warga yang menanggih uangnya kepada pelaku," kata Edi kepada Tempo, Senin, 19 Januari 2015.

    Edi menjelaskan, tersangka Fery telah melakukan aksinya sebagai TNI gadungan selama kurang-lebih dua bulan terakhir. Kepada warga sekitar Fery mengaku bertugas di Markas Polisi Militer Guntur. "Dia bilang ke warga bahwa ada motor dinas bekas jenderal yang akan dijual karena sang jenderal sudah tidak memakainya," ujarnya.

    Fery menghargai motor itu sebesar Rp 4 juta. "Warga ada yang tergiur dan membayar Rp 2 juta dulu, padahal itu cuma taktik tersangka saja," kata Edi.

    Tidak hanya itu, Fery juga menipu beberapa warga dengan meminjam uang sebesar Rp 10 juta dan dijanjikan akan dibayar dua kali lipat. "Jadi ada yang kena Rp 10 juta, 5 juta, 3 juta, dua juta, dan lebih dari 10 orang," kata dia. "Total kerugian keseluruhan sekitar Rp 60 juta."

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cilincing Iptu Andry Suharto mengatakan motif tersangka melakukan aksi penipuan dengan menjadi TNI karena terdesak biaya melahirkan untuk istrinya yang tengah hamil sembilan bulan.

    "Pelaku sebelumnya bekerja sebagai sopir di kampungnya, ke Jakarta mau cari pekerjaan tapi tak kunjung dapat. Akhirnya dia menipu warga Sukapura," kata Andry.

    Akibat perbuatannya, Fery kini ditahan di Polsek Cilincing. Dia dijerat Pasal 378 juncto Pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

    Saat ini, penyidik Polsek Cilincing juga tengah memburu seorang yang juga mengaku sebagai TNI. "Ada lagi laporan TNI gadungan, modusnya meminjam motor warga dan membawa kabur," kata Edi. (Baca juga: 5 Polisi Terlibat Narkoba, Curi Barang Bukti?)

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lainnya:
    Ahok Bakal Batasi Usia Mobil, Penjualan Akan Naik?
    Gadis Indo Jelita Si Pemulung Sampah
    Drone, Seperti Burung Dara yang Bisa Kembali
    Budi Gunawan Ditunda, DPR Bisa Jegal Jokowi
    Politik Besan Amien Rais Menjelang Kongres PAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.