5 Polisi Nakal Dipastikan Merupakan Pengedar Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisan Daerah Metro Jaya memastikan lima polisi yang ditangkap membawa sabu dan ekstasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat merupakan pengedar narkotik. Kepala Bidang Humas Polda Metro, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan kelima polisi itu akan dipecat dengan tidak hormat. "Pemecatan itu setelah mereka disidangkan,” kata Martinus di kantornya, Senin, 19 Januari 2015.

    Martinus menambahkan, pihaknya masih memeriksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah kelima polisi itu terlibat dalam satu jaringan sindikat narkotik atau jaringan berbeda.

    Adapun tiga polisi ditangkap di sebuah rumah kos di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, 14 Januari lalu, yaitu Brigadir Dua Nurhidayat, anggota Samapta Polres Jakarta Selatan; Brigadir Satu Susanto anggota Satuan Intelkam Polres Jakarta Selatan; dan Ajun Inspektur Dua Sukandar, anggota Samapta Polres Jakarta Selatan. Ketiganya sedang berpesta sabu bersama seorang karyawan televisi swasta bernama Heri Susanto. Saat digerebek, polisi menemukan barang bukti berupa sabu 2,33 gram, dua timbangan elektronik, dan seperangkat alat isap sabu. Ditemukan pula dua telepon seluler merek BlackBerry, satu unit merek Nokia, dan satu unit merek Samsung.

    Satu hari kemudian, berdasarkan pengembangan penangkapan itu, penyidik Ditresnarkoba kembali menangkap seorang anggota Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri, Aipda Andri Agus, di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan barang bukti 15,3 gram sabu, timbangan, dan alat isap sabu beserta dua unit telepon seluler merek Nokia dan BlackBerry.

    Kemudian, pada 16 Januari 2015, Brigadir Sudirman, anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, ditangkap saat hendak bertransaksi sabu dan ekstasi di sebuah hotel di Jalan Latumenten, Tambora, Jakarta Barat. Bripka Sudirman tengah berada di dalam mobil Nissan X-Trail kala ditangkap. Di dalam mobilnya ditemukan 801 gram sabu dan 9.700 pil ekstasi. Sudirman mengaku barang bukti yang ditemukan bukan miliknya, melainkan milik seseorang berinisial A. (Baca: 5 Polisi Terlibat Narkoba, Curi Barang Bukti? dan Polisi Terlibat Narkoba, Kriminolog: Miris!)

    HUSSEIN ABRI YUSUF



    Berita Lainnya:
    Duka Air Asia, Ada Penghambat Identifikasi Korban
    Ahok Bakal Batasi Usia Mobil, Penjualan Akan Naik?
    Gadis Indo Jelita Si Pemulung Sampah 
    Budi Gunawan Ditunda, DPR Bisa Jegal Jokowi
    Istana: Sutarman Bisa Jabat Banyak Posisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.