Dari Mana Narkoba Bripka Sudirman, Ini Kata Gembong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Bripka Sudirman, anggota tim 2 unit 3 Satresnarkoba Polres Jakarta Barat, ditangkap pada Sabtu lalu atas kepemilikan sepuluh kantong plastik berisi sabu dan 99 kantong ekstasi. Setelah penangkapannya, sempat muncul dugaan bahwa narkoba yang dibawanya merupakan barang bukti dari institusi tempat dia bekerja.

    Atasan Sudirman, Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Gembong Yudha, membantah tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa sabu dan ekstasi milik Sudirman bukan hasil sitaan Polres. Institusinya diklaim patuh pada SOP perlakuan terhadap barang bukti hasil sitaan, terutama narkoba dan miras. "Saya tegaskan, itu bukan barang bukti! Semua barang bukti pasti dibumihanguskan," ujar Gembong, Senin, 19 Januari 2014. (Baca: Bawa Narkoba, Bripka Sudirman Terancam Dipecat.)

    Gembong tak mau menebak-nebak dari mana Sudirman mendapatkan narkoba itu. Menurut dia, itu adalah wilayah penyelidikan Polda Metro Jaya. Ia juga tak ingin mengungkapkan kedekatan Sudirman dengan jaringan narkoba. "Kalau ingin menanyakan itu, langsung saja ke Polda, karena kasus ditangani Polda," tutur pria berperawakan tegap ini.

    Sudirman ditangkap di parkiran Hotel MKL, Jalan Latumenten, Jembatan Besi, Tambora, pada Sabtu lalu. Ia ditangkap saat sedang di dalam mobil pada pukul 14.30, diduga hendak melakukan transaksi narkoba. "Dia sedang lepas piket saat itu," kata Gembong. Saat ditangkap, Sudirman mengaku narkoba itu bukan miliknya, tapi milik seseorang berinisial A.

    Sepanjang 2014, Polres Jakarta Barat dikenal sangat agresif dalam memerangi narkoba. Kasus ini, ujar Gembong, menjadi pukulan besar bagi unit narkoba Polres Jakarta Barat. "Tapi ini tak menyurutkan komitmen kami untuk memberantas narkoba. Dalam waktu dekat, kami pasti akan buat gebrakan lagi," ujar Gembong optimistis.

    Unit narkoba di institusi Polri memiliki kedekatan dengan jaringan pengedar narkotik. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, Gembong mengawasi setiap anggotanya dengan ketat. "Kalau ada yang sudah mulai terlihat menunjukkan perilaku khas atau janggal, akan langsung dites urine saat itu juga," tuturnya.

    DINI PRAMITA

    Berita Lain
    Gadis Indo Jelita Si Pemulung Sampah 

    Budi Gunawan Ditunda, DPR Bisa Jegal Jokowi 

    Istana: Sutarman Bisa Jabat Banyak Posisi 

    Politik Besan Amien Rais Menjelang Kongres PAN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.