Berantas Preman, Ahok Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian saat melakukan operasi preman serta senjata tajam terhadap penumpang bus di halte Setiabudi, Jakarta,(22/5).TEMPO/Tri Handiyatno

    Petugas kepolisian saat melakukan operasi preman serta senjata tajam terhadap penumpang bus di halte Setiabudi, Jakarta,(22/5).TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk memberantas praktek premanisme di Ibu Kota. “Kami harus dibantu TNI dan polisi. Enggak mampu kami memberantas premanisme sendirian,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit, Senin, 19 Januari 2015.

    Menurut Benjamin, anggaran itu digunakan untuk keperluan uang saku dan makan harian anggota TNI dan Polri yang bertugas di lapangan. Masing-masing personel akan menerima uang saku Rp 250 ribu dan uang makan Rp 38 ribu per hari.

    Menurut Benjamin, salah satu kawasan yang sulit ditertibkan adalah Tanah Abang di Jakarta Pusat. Kegiatan parkir liar di tempat ini sulit ditertibkan karena mendapat beking preman. “Itu kental premanismenya. Kami tidak mampu sendiri. Daripada mati konyol,” kata Benjamin menjelaskan latar belakang kerja sama pemerintah DKI dengan TNI-Polri. (Baca: Kriminolog.)

    Upaya Pemerintah Provinsi DKI memberantas premanisme ini berbarengan dengan Operasi Cipta Kondisi yang digelar Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pada Sabtu malam hingga Ahad dinihari lalu, Polda Metro menangkap ratusan orang dalam razia preman yang diselenggarakan secara serentak di terminal dan pasar di lima wilayah. Di Jakarta Pusat, polisi mengerahkan 266 personel di Pasar Tanah Abang dan kawasan Monumen Nasional. Sebanyak 67 orang ditahan karena terbukti membawa senjata tajam dan sabu serta bermain judi.

    Sementara itu, Kepolisian Resor Jakarta Barat menangkap 177 orang di pusat hiburan, terminal, dan arena balap liar. Cakupan wilayah operasinya meliputi area Tamansari, Terminal Kalideres, Terminal Rawa Buaya, Tubagus Angke, Kota Tua, dan Taman Aries Kembangan. “Yang diproses secara hukum ada dua orang karena membawa airsoft gun dan dua linting ganja,” kata juru bicara Kepolisian Resor Jakarta Barat, Komisaris Herru Julianto. Sedangkan sisanya dibawa ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. “Mereka akan menjalani rehabilitasi selama empat-enam bulan.”

    Herru menjelaskan, pihaknya mendirikan pos pantau yang disebar di penjuru Jakarta Barat untuk menampung laporan dari masyarakat. “Titik-titik razia itu juga berdasarkan laporan dari lapangan, salah satunya dari pos pantau.”

    Adapun di wilayah Jakarta Timur sebanyak 30 preman terjaring di beberapa tempat, di antaranya Pasar Rebo, Duren Sawit, Kampung Makasar, Ciracas, Kampung Pulo, dan Cakung. “Mereka kedapatan membawa senjata tajam, berjudi, dan minum minuman keras,” kata juru bicara Kepolisian Resor Jakarta Timur, Komisaris Sri Bhayakari (Baca: Polda Metro Gelar Razia, Ratusan Preman Ditangkap.)

    ERWAN HERMAWAN | GANGSAR PARIKESIT | DINI PRAMITA | YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Berita lain:
    Presiden Jokowi Dimusuhi Tiga Negara

    PKS: Andai Budi Gunawan Ketua KPK Jadi Tersangka

    Nyawer ke Politikus PDIP, Apa Maksud Budi Gunawan?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.