Mahasiswa UI Hilang, CCTV Apartemen Jadi 'Kunci'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa UI berunjukrasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3). Mereka meminta agar UU BHP segera dicabut dan mendukung upaya judicial review terhadap UU BHP. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Mahasiswa UI berunjukrasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3). Mereka meminta agar UU BHP segera dicabut dan mendukung upaya judicial review terhadap UU BHP. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewi Tresnasih, ibunda Danny Ashri Fajar Purba, mahasiswa Universitas Indonesia yang dilaporkan hilang, menyebutkan interaksi antar-penghuni apartemen yang ditinggali anaknya minim. "Setibanya di apartemen seusai kuliah, kebanyakan mahasiswa langsung masuk ke kamar masing-masing," katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 19 Januari 2015.

    Danny, 21 tahun, dilaporkan hilang dari tempat tinggalnya, Apartemen Margonda Residence, Depok. Mahasiswa semester VII Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya UI ini disebut terakhir kali berkomunikasi dengan orang tuanya pada Rabu, 14 Januari 2015. "Pukul delapan pagi kami telepon, lantas pukul sebelas siang sudah tak dijumpai lagi di kamarnya," ucap Dewi. Baca: Mahasiswa UI Hilang, Sempat Bantu Kakak Pindahan.)

    Menurut Dewi, minimnya interaksi di apartemen itu membuat dia kesulitan menggali informasi dari rekan-rekan anaknya di sana. Danny tinggal di lantai 1 Blok C Nomor 03. Satu-satunya petunjuk soal jejak Danny di apartemen itu ialah rekaman CCTV. "Kami sudah minta salinan rekaman pada pengelola apartemen, namun tak kunjung ada jawaban," ujarnya.(Baca: Mahasiswa UI Hilang, Tak Kuliah Satu Semester.)

    Kendati kurang berinteraksi dengan penghuni apartemen lain, kata Dewi, Danny terlibat dalam pelbagai kegiatan mahasiswa ekstrakampus. Menurut Dewi, Danny aktif dalam kelompok musik marawis yang kerap diundang tampil mengisi berbagai acara. Danny juga ikut mengurus penyelenggaraan Festival Timur Tengah di kampusnya.

    Menurut Dewi, ciri-ciri fisik Danny mudah dikenali. "Dia punya berewok, berkacamata, tinggi sekitar 170 sentimeter, dan ada bekas jahitan di atas alisnya," tutur Dewi.

    RAYMUNDUS RIKANG
    Baca berita lainnya:
    Presiden Jokowi Dimusuhi Tiga Negara

    PKS: Andai Budi Gunawan Ketua KPK Jadi Tersangka

    Nyawer ke Politikus PDIP, Apa Maksud Budi Gunawan?

    Duka Air Asia, Ada Penghambat Identifikasi Korban

    Ahok Bakal Batasi Usia Mobil, Penjualan Akan Naik?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.