Ganggu Warga, PKL di Ragunan Ditertibkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP membawa gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Monas dengan sebuah truk di Jakarta, 11 Januari 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Petugas Satpol PP membawa gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Monas dengan sebuah truk di Jakarta, 11 Januari 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan menertibkan dan membongkar sejumlah lapak yang ditinggalkan pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Harsono R.M., Ragunan, Jakarta Selatan. Keberadaan lapak para pedagang di kawasan itu dinilai sudah sangat mengganggu.

    Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Sulistyarto mengatakan penertiban tersebut dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat. ”Di kawasan tempat PKL itu berjualan jadi banyak sampah dan membuat kemacetan,” kata dia, Selasa, 20 Januari 2015.

    Di kawasan tersebut, para pedagang mendirikan lapak dari kayu di sepanjang Jalan Harsono R.M., tepatnya di depan Gelanggang Olahraga Ragunan hingga jalan alternatif ke Jalan Kebagusan. Pada hari biasa, jumlahnya mencapai 200 pedagang. Pada hari libur, jumlahnya bahkan bisa mencapai dua kali lipat.

    Selain mendirikan lapak dari kayu, Sulistyarto mengatakan, para pedagang mendirikan lapak yang bisa diangkut. Setelah berjualan, lapak tersebut bisa mereka rapikan dan bawa pulang. ”Yang kami tertibkan adalah lapak-lapak yang mereka ditinggalkan,” kata dia. (Baca: Pedagang Membandel, Masih Berjualan di Monas.)

    Akibat menjamurnya para PKL, kata Sulistyarto, kemacetan merembet ke jalan lain di sekitarnya seperti ke Jalan Saco. Karena itu, pihaknya terus mensosialisasikan bahwa kawasan tersebut akan ditertibkan. Pada Selasa, 20 Januari 2015, ini sebanyak 50 pedagang ditertibkan. Rata-rata, para pedagang tidak berada di tempat tapi meninggalkan lapaknya di pinggir jalan. (Baca juga: PKL Monas Tak Jera, Penggusuran Sudah Biasa.)

    Wakil Camat Pasar Minggu Ujang Hermawan mengatakan sering mendapat keluhan dari warga. Soalnya, para pedagang di sini jika berjualan bisa sampai memakan separuh badan jalan. ”Akibatnya mengganggu masyarakat yang mau beraktivitas,” ujarnya.

    Keberadaan para pedagang di kawasan itu juga membuat kawasan tersebut menjadi kumuh. Ujang mengatakan, untuk penertiban tersebut pihaknya menurunkan sebanyak 150 petugas satpol dari kecamatan dan kota. (Baca juga: PKL Pasar Asemka Segera Ditertibkan.)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Terpopuler:
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup
    Bob Sadino, Celana Pendek, dan Ajaran Agama
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar, Ayah: Nuwun Sewu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.