12 Kapal Stop Operasi, Warga Marunda Terlantar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatwan duduk di sisi-sisi kapal ojek yang bertolak dari Muara Angke menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta (29/08). Ribuan wisatawan lokal berwisata Kepulauan Seribu pada H-1 menjelang Lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah wisatwan duduk di sisi-sisi kapal ojek yang bertolak dari Muara Angke menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta (29/08). Ribuan wisatawan lokal berwisata Kepulauan Seribu pada H-1 menjelang Lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal cepat Dinas Perhubungan sudah tidak beroperasi sejak Desember 2014. Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan kapal itu akan kembali beroperasi. Masyarakat yang biasa menggunakan jasa kapal itu kelimpungan mencari angkutan alternatif. "Kami kesulitan sebab kapal ojek kan tidak rutin ada," kata Jarkasih, 25 tahun, warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Selasa, 20 Januari 2015. (Baca: Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 7 Persena.)

    Kapal cepat Dishub biasa melayani warga dari Pulau Seribu-Rusunawa Marunda dan Pelabuhan Kali Adem. "Dulu kapal Dishub rutin setiap hari beroperasi," kata Jarkasih.

    Secara keseluruhan, Dinas Perhubungan memiliki 12 kapal cepat yang beroperasi di area perairan Kali Adem menuju Kepulauan Seribu. Di antaranya Catamaran, Catamaran 2, Catamaran 3, Paus, Kerapu 1-4, serta Lumba-lumba 1 dan 2. Sepuluh kapal tersebut beroperasi melayani penyeberangan ke Kepulauan Seribu. Sedangkan kapal Kerapu 5 dan 6 beroperasi melayani dari Kali Adem, Penjaringan, ke Rusunawa Marunda di Cilincing.

    Kepala Unit Pelayanan Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan (UP APK) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tiodor Sianturi mengatakan operasi kapal cepat dihentikan sejak 21 Desember 2014. Alasannya kontrak antara Dishub dan operator sudah berakhir pada 20 Desember 2014.

    Saat ini, kedua belas kapal masih terapung di tepi Dermaga Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan. Salah satu kapal yaitu kapal Catamaran belum lama ini resmi disegel Kejaksaan Agung akibat kasus dugaan korupsi pengadaan kapal.

    AISHA SHAIDRA

    Berita lain:
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup
    Bob Sadino, Celana Pendek, dan Ajaran Agama
    Tony Abbot Kirim Surat, Apa Reaksi Jokowi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.