Tarif Angkot di Tangerang Turun Rp 2.000  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. ANTARA/Andika Wahyu

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Perhubungan dan Organda Kabupaten Tangerang sepakat menurunkan tarif angkutan umum sebesar 30 persen. Penurunan tarif angkutan ini merupakan dampak penurunan harga bahan bakar minyak pada pertengahan Januari 2015. "Sepakat, tarif angkutan umum turun 24-30 persen," ujar Soma Atmadja, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa, 20 Januari 2015.

    Soma mengatakan dasar pertimbangan penurunan tarif angkutan diharapkan memberi efek domino terhadap harga kebutuhan pokok. "Biaya transportasi turun, harga kebutuhan pokok semestinya turun juga," kata Soma. Menurut dia, hasil kesepakatan Organda dan Dinas Perhubungan ini akan dituangkan dalam surat keputusan Bupati Tangerang yang berlaku beberapa hari mendatang.

    Ketua Organda Kabupaten Tangerang Yan Persada mengatakan, dengan tarif Premium saat ini sebesar Rp 6.600 per liter, tarif angkutan umum sudah sepantasnya kembali seperti semula ketika harga Premium masih Rp 6.500 per liter. "Waktu harga Premium naik dari Rp 6.500 ke Rp 8.500, tarif angkutan umum naik 30 persen. Dengan penurunan harga saat ini, kami kembalikan tarif angkutan ke semula," katanya.

    Menurut Yan, setelah Organda dan Dinas Perhubungan sepakat, keputusan tarif angkutan yang baru akan disetujui Bupati Tangerang. Dengan penurunan tarif ini, ongkos angkutan umum di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan sebesar Rp 1.000-2.000. Seperti jarak dekat yang tadinya Rp 4.000 menjadi Rp 3.000. Contohnya, trayek angkutan Balaraja-Cimone yang semula Rp 9.000 turun menjadi Rp 7.000, dan Balaraja-Cikupa yang semula Rp 5.000 turun menjadi Rp 3.000.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen memastikan tarif angkutan umum dan harga kebutuhan pokok akan turun setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. "Harus turun semua," kata Zaki. (Baca juga: Tunggu Ahok, Tarif Angkutan Jakarta Segera Turun.)

    JONIANSYAH

    Berita Lainnya:
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup   
    Bob Sadino, Celana Pendek, dan Ajaran Agama   
    Tony Abbot Kirim Surat, Apa Reaksi Jokowi? 
    Keluarga Korban Air Asia Berebut Jadi Ahli Waris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.