25 Gubuk Liar di Kanal Banjir Barat Dibongkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kayu-kayu berserakkan usai petugas Sat Pol PP meratakan gubuk-gubuk liar yang berdiri dibantaran Banjir Kanal Barat (BKB) kawasan Manggarai, Jakarta, (25/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kayu-kayu berserakkan usai petugas Sat Pol PP meratakan gubuk-gubuk liar yang berdiri dibantaran Banjir Kanal Barat (BKB) kawasan Manggarai, Jakarta, (25/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat membongkar sekitar 25 gubuk liar di bantaran kali Kanal Banjir Barat. Gubuk yang dihuni sekaligus menjadi tempat usaha 50 kepala keluarga itu berada tepat di bawah jalan layang Tomang. ”Tujuan penertiban ini untuk membuat ruang terbuka hijau dan penataan kali Kanal Banjir Barat,” ujar Lamsar Nainggolan, Kepala Seksi Operasional dan Penegakan Hukum Satpol PP Jakarta Barat, Selasa, 20 Januari 2015. (Baca: Satpol PP Akan Tertibkan Gubuk Liar Pendatang.)

    Menurut Lamsar, di kawasan tersebut pada awalnya ada taman kota yang kemudian berdiri 20 bangunan liar. Pembongkaran itu, kata dia, untuk mengembalikan fungsi taman kota sebagai ruang terbuka hijau dan daerah resapan. Selain itu, ada lima gubuk lain yang berada persis di badan kali. Bangunan tersebut dibongkar untuk normalisasi kali dan mencegah banjir. ”Jika ada bangunan di badan kali, perawatan dan penataan kali sulit dilakukan,” ujarnya. (Baca: Cara Ahok Berantas Permukiman Liar.)

    Pada Senin kemarin, 19 Januari 2015, lima gubuk yang berada di bawah jalan inspeksi—tepat di badan kali—sudah dibongkar sendiri oleh penghuninya. Sedangkan gubuk lainnya ditinggalkan begitu saja oleh penghuninya. ”Jika sampai Selasa ini tidak dibongkar, Satpol PP yang akan membongkar,” katanya.

    Tak ada alat berat seperti backhoe saat pembongkaran. Selain itu, tak ada polisi bersenjata dan puluhan anggota TNI. Pantauan Tempo, tim keamanan gabungan dari Kepolisian Sektor Palmerah dan Koramil tampak santai, duduk-duduk, dan sesekali mengawasi orang-orang yang melintas. ”Tugas ini tidak terlalu berat, kebanyakan gubuk itu sudah kosong ditinggal penghuninya,” kata Lamsar. Menurut dia, sosialisasi pembongkaran telah disampaikan kepada warga pada Selasa pekan lalu saat pembersihan kali.

    Namun beberapa warga mengatakan baru satu kali diberi surat dan langsung diminta untuk membongkar. ”Karena mendadak, kami minta penundaan seminggu. Kalau saat itu juga, kami tidak siap,” kata Yuli, 50 tahun, warga RW 13 RT 07, Tomang, yang terkena penertiban.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup  
    Bob Sadino, Celana Pendek, dan Ajaran Agama  
    Tony Abbot Kirim Surat, Apa Reaksi Jokowi?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.