Christopher 'Tabrakan Maut' Pura-pura Warga Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara motor dengan nomor polisi B 4492 RQ yang tewas usai mengalami kecelakaan beruntun dimasukkan ke dalam ambulans di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta, 20 Januari 2015. Kecelakaan fatal yang terjadi pada malam hari di ruas jalan Arteri Pondok Indah menewaskan 3 orang. Kecelakaan terjadi di dua titik dengan jarak yang tak terlalu jauh yang disebabkan oleh pengendara Mitsubishi Outlander B 1658 PJE, hingga saat ini kecelakaan masih ditangani petugas. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Seorang pengendara motor dengan nomor polisi B 4492 RQ yang tewas usai mengalami kecelakaan beruntun dimasukkan ke dalam ambulans di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta, 20 Januari 2015. Kecelakaan fatal yang terjadi pada malam hari di ruas jalan Arteri Pondok Indah menewaskan 3 orang. Kecelakaan terjadi di dua titik dengan jarak yang tak terlalu jauh yang disebabkan oleh pengendara Mitsubishi Outlander B 1658 PJE, hingga saat ini kecelakaan masih ditangani petugas. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat memastikan bahwa pelaku tabrakan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, adalah warga negara Indonesia. Menurut Wahyu, penyebab kecelakaan maut itu bernama Christopher, berumur 23 tahun. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Jakarta Selatan," kata Wahyu, Rabu dinihari, 21 Januari 2015. (Baca: Pelaku 'Tabrakan Ganas' Pondok Indah Warga Korea)

    >> INFOGRAFIS: "Kronologi Tabrakan Maut Pondok Indah"

    Sebelumnya, menurut saksi mata, Christopher merupakan warga negara asing. Di lokasi kejadian, menurut keterangan saksi, Arya, Christopher sempat dihakimi oleh massa yang marah. Namun saat itu Christopher mengaku tak bisa berbahasa Indonesia. Dari keterangan sopirnya, Ahmad Ilham, Christopher adalah warga negara Korea. (Baca: Pelaku 'Tabrakan Ganas' Pondok Indah Warga Korea)

    Christopher dan sopirnya, Ahmad, sebelum tabrakan terjadi, sempat terlibat adu mulut. Ahmad bahkan dicekik oleh Christopher dalam kendaraan yang sedang melaju. Ahmad tak mau meneruskan perjalanan, dan kemudi diambil alih oleh Christopher. Adapun mobil Outlander Spot bernomor polisi B-1658-PJE adalah milik bosnya Ahmad, Muhammad Ali Riza.

    Tabrakan menewaskan empat korban, satu di antaranya adalah polisi bernama Aiptu Batang. Tiga korban lainnya adalah Wisnu Anggoro, Mahyudi Herman, dan Mustopo. Saat ini jenazah korban masih berada di rumah sakit.

    DEWI | REZA ADITYA | JAYADI SUPRIADIN

    Terpopuler
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup
    Tolak Tawaran Jokowi, Sutarman Pilih Bertani
    Tony Abbott Kirim Surat, Apa Reaksi Jokowi?
    Siang Ini, Rhoma Irama Resmi Jadi Pejabat Negara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.