Awak Indosiar Jadi Korban Tabrakan Pondok Indah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan mobil yang menabrak 6 sepeda motor di jalan arteri Pondok Indah, Jakarta, 20 Januari 2015. twitter.com/tmcpoldametro

    Warga menyaksikan mobil yang menabrak 6 sepeda motor di jalan arteri Pondok Indah, Jakarta, 20 Januari 2015. twitter.com/tmcpoldametro

    TEMPO.CODepok - Mahyudi Herman, salah satu korban tabrakan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta Selatan, adalah seorang camera person stasiun televisi Indosiar. Hal itu dikatakan Badriana, istri Mahyudi, saat ditemui di rumahnya, Kompleks Pamulang Elok, Gang Dahlia, Pondok Petir, Depok. 

    Badriana mengaku mengetahui Mahyudi wafat dari tetangganya yang menelepon. "Dia telepon saya pukul 3 pagi. Kata dia, suami saya kecelakaan dan ada di ruang jenazah Rumah Sakit Fatmawati,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 21 Januari 2015. (Baca: Begini Kronologis 'Tabrakan Ganas' di Pondok Indah.)

    Pada Rabu dinihari tadi, tutur Badriana, datang ambulans yang membawa jasad suaminya, Kini, Badriana meminta tanggung jawab pihak-pihak yang terkait dengan kecelakaan ini. "Karena banyak korban yang ditabrak oleh pelaku," katanya.

    Tabrakan maut tersebut terjadi pada Selasa malam. Pelaku bernama Christopher Daniel Sjarif mengemudikan Mitsubishi Outlander yang menabrak mobil dan empat sepeda motor. Korban tewas dalam peristiwa ini adalah Inspektur Satu Batang Onang, Wisnu Anggoro, Mahyudi Herman, dan Mustopo. (Baca: Christopher 'Tabrakan Ganas' Pura-pura Warga Asing.)

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Berita Terpopuler
    Langgar Tenggat Waktu, Jokowi Ancam Copot Menteri
    Tolak Tawaran Jokowi, Sutarman Pilih Bertani
    Siang Ini, Rhoma Irama Resmi Jadi Pejabat Negara
    Daftar Setoran Polisi ke Rekening Budi Gunawan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.