Tersangka Tabrakan Maut Pakai LSD, Steve Jobs Juga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christopher Daniel Syarif di Mapolres Jakarta Selatan. harianterbit.com

    Christopher Daniel Syarif di Mapolres Jakarta Selatan. harianterbit.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Christopher Daniel Sjarief, 23 tahun, pengemudi Mitsubishi Outlander B-1658-PJE yang menabrak sembilan kendaraan di Jalan Iskandar Muda,  Jakarta Selatan, positif menggunakan narkoba jenis lysergic acid diethylamide (LSD). Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan info bahwa Christopher positif menggunakan narkotik golongan 1 itu.

    LSD bersifat halusinogen atau memicu halusinasi dan memiliki daya adiktif yang sangat kuat. Bentuknya seperti kertas berukuran kecil atau seperempat ukuran prangko yang memiliki berbagai warna serta gambar. Namun ada pula bentuk LSD lain yang beredar, seperti pil dan kapsul juga cairan. (Baca: Positif LSD, Christopher Disorientasi Ruang Waktu.)

    Narkotik jenis LSD ini ternyata juga pernah digunakan oleh Steve Jobs, pendiri Apple. Hal ini diketahui dari laporan FBI pada 1991 yang berisi hasil penyelidikan terhadap Jobs dan rekan-rekannya ketika Jobs menjabat CEO Next Inc. Dalam laporan itu, Jobs disebut mengisap ganja dan mengkonsumsi LSD. (Baca: Mengenal LSD, Terkait Tabrakan Maut Pondok Indah.)

    Jobs pun mengaku sendiri pernah menggunakan LSD, seperti tertulis dalam buku What the Dormouse Said: How the Sixties Counterculture Shaped the Personal Computer yang ditulis John Markoff, reporter teknologi New York Times pada 2005. ”Menggunakan LSD adalah salah satu dari dua atau tiga hal terpenting yang sudah saya lakukan dalam hidup ini,” kata Jobs. (Baca: Selain LSD, Christopher Diduga Pakai Narkoba Lain.)

    Jobs, yang lahir pada 1955, juga mengungkapkan pengalamannya memakai narkoba sewaktu muda. Narkotik yang pernah dia konsumsi antara lain LSD dan mariyuana atau ganja. "Saya menggunakan LSD dari 1972 hingga 1974, sebanyak 10-15 kali, dalam bentuk kotak atau jeli. Saya menggunakannya sendiri. Sulit menggambarkan efek LSD. Yang jelas, itu merupakan pengalaman hidup yang positif bagi saya dan saya tidak menyesal menggunakannya," kata Jobs. (Baca: Tabrakan Maut, 3 Keanehan Christoper Versi Polisi.)

    Steve Jobs mengatakan mengkonsumsi LSD adalah pengalaman yang menimbulkan kesan mendalam dan salah satu hal yang paling penting dalam hidupnya. "LSD menunjukkan bahwa ada sisi lain, seperti koin. Dan Anda tidak dapat mengingat ketika kondisi berbalik, meski Anda tahu dan bisa merasakannya. Bagi saya, pengalaman itu memperkuat pandangan saya bahwa menciptakan hal-hal yang besar lebih penting daripada memburu uang,” ujar Jobs. (Baca: Olah TKP Tabrakan Maut Terhalang Banjir dan Macet.)

    CORA AMYRA UQIYANUS | NETWORK WORLD | THE FIX

    Topik terhangat:

    Budi Gunawan | Eksekusi Mati | Harga BBM Turun | AirAsia

    Berita lainnya:


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.