Macam-macam Kelalaian Pengendaraan Saat Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengendara motor berteduh di dalam underpass pada saat hujan lebat mengguyur sebagian wilayah Jakarta, di pasar gebrong, kampung melayu, Jakarta Timur, Rabu 2 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ratusan pengendara motor berteduh di dalam underpass pada saat hujan lebat mengguyur sebagian wilayah Jakarta, di pasar gebrong, kampung melayu, Jakarta Timur, Rabu 2 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di saat hujan. Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hindarsono, mengatakan hal itu terjadi karena pengemudi tak memperhatikan kendaraan atau jalanan saat hujan.

    "Banyak kendaraan yang masih menggunakan kendaraannya di saat bannya sudah halus," kata Hindarsono kepada Tempo, Kamis, 22 Januari 2015. Hal itu, Hindarsono melanjutkan, dapat membuat kendaraan tergelincir saat hujan. "Banyak yang terjatuh karena bannya sudah halus dan harus diganti." (Baca: Minggu Ketiga Januari Puncak Hujan di Jakarta)

    Kelalaian lainnya, menurut Hindarsono, pengemudi melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Mereka tidak memperhatikan jalanan berlubang yang tertutup genangan air (banjir). "Sepeda motor yang dalam kecepatan cukup tinggi dan tiba-tiba masuk ke lubang ini bisa langsung terjatuh karena oleng," kata dia.

    Menurut Hindarsono, jas hujan model ponco panjang ke bawah juga masih banyak dipakai pengendara sepeda motor saat hujan. "Ini kelalaian, karena jas hujan ponco itu bisa terlilit ke ban belakang dan terjatuh," ujarnya. (Baca: Bogor Bakal Hujan Empat Hari Penuh, Ciliwung Siaga)

    Pengendara kendaraan sepeda motor, kata dia, juga sering berteduh di bawah jembatan atau terowongan yang menyebabkan kemacetan. "Karena kendaraan lain yang melintas agak tersendat, akibat banyaknya motor yang terparkir."

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:

    Budi Gunawan | Eksekusi Mati | Harga BBM Turun | AirAsia

    Berita terpopuler lainnya:
    Langgar Tenggat Waktu, Jokowi Ancam Copot Menteri
    Membandingkan Bob Sadino dengan Mario Teguh
    KPK Jawab 'Serangan' Istana Soal Budi Gunawan
    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.