Kalimat Terakhir Christopher Sebelum Tabrakan Maut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggalan grafis kronologi tabrakan maut Pondok Indah. (Grafis: Unay)

    Penggalan grafis kronologi tabrakan maut Pondok Indah. (Grafis: Unay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Christopher Daniel Sjarif, tersangka kasus tabrakan maut di Pondok Indah Selasa lalu, sempat mengucapkan kata-kata terakhirnya kepada sopir mobil Mitsubishi Outlander, Ahmad Sandi Illah. Kalimat itu diucapkan sebelum Christopher menabrak enam sepeda motor dan satu mobil yang mengakibatkan empat orang tewas. "Kalimat yang dia sebutkan 'percaya sama saya pak'," kata Sandi kepada Tempo di kediamannya yang terletak di daerah Ciracas, Jakarta Timur, Kamis malam.

    Menurut dia, kalimat tersebut diucapkan beberapa kali dengan intonasi suara yang semakin lama semakin naik. Awalnya, Sandi berpikir bahwa Chris, panggilan Christopher, sedang menelepon seseorang saat dia mengucapkan kalimat tersebut pertama kali. "Dia bilang dengan nada suara normal, cenderung pelan, jadi saya berpikir dia sedang berbicara di telepon," kata Sandi. (Baca: Christopher Positif Pakai Narkoba Jadul)

    Setelah itu, Chris yang posisi duduknya tepat di belakang sopir semakin mendekat dan kembali mengucapkan kalimat yang sama. Namun, nada bicaranya semakin tinggi dan cepat. "Percaya sama saya pak, percaya sama saya pak percaya sama saya pak," kata Sandi menirukan suara Christopher. (Baca: Firasat Adik Polisi Korban Tabrakan Maut)

    Sandi mengaku kaget karena tiba-tiba Chris mengatakan hal tersebut tanpa ada tedeng aling-aling sebelumnya. Sandi juga mengatakan dia tak mengerti maksud Chris.

    Tak lama setelah itu, ada panggilan masuk dari majikannya, Muhammad Ali Husni Riza, di handphone Sandi. Saat Sandi mengangkat telepon dan mengatakan kepada Ali bahwa dia masih ada di jalan menuju Pondok Indah, Chris langsung mencekik leher Sandi dari belakang.

    Christopher merebut ponselnya, dan membuangnya. Sandi refleks turun dari mobil untuk mengambil ponselnya. Saat itulah Chris langsung ambil kemudi dan bawa mobil kabur. "Saya hanya bisa terbengong syok, apalagi tak berapa lama rangkaian kecelakaan itu terjadi," katanya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Terpopuler
    Gaji Lurah di Jakarta Rp 33 Juta, Ini Rinciannya
    PDIP Mega Menyeruduk, Begini Ranjau bagi Bos KPK
    Kutipan 5 Tokoh yang Sudutkan KPK
    Tersangka Tabrakan Maut Pakai LSD, Steve Jobs Juga
    Konsumsi Narkoba, Gitaris Padi Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.