Profil Keluarga Ali, Pemilik Mobil dalam Tabrakan Pondok Indah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota kepolisian memeriksa mobil yang ringsek akibat kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Seorang anggota kepolisian memeriksa mobil yang ringsek akibat kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Sopir mobil Mitsubishi Outlander, Ahmad Sandi Illah, 40 tahun, yang kemudinya diambil alih oleh Christopher, 23 tahun, dan mengakibatkan tabrakan maut di Pondok Indah, mengatakan keluarga bosnya tak pernah terlibat masalah selama dia bekerja bersama mereka. (Baca: Tabrakan Pondok Indah, Berapa Saksi Diperiksa?)

    Christopher adalah teman Muhammad Ali Husni Riza, 22 tahun, anak majikan Sandi. Menurut Sandi, keluarga bosnya selama ini adem-ayem saja. "Biasanya, saya antar jemput anak bos. Mereka tak pernah marah-marah sama saya," ujar Sandi saat ditemui Tempo di rumah kontrakannya di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis malam, 22 Januari 2015. (Baca: Kepolisian Periksa Kejiwaan Christopher)

    Sandi menuturkan ayah Ali adalah pengusaha bidang konstruksi. Saat kecelakaan, ayah Ali sedang berada di Medan. Sedangkan ibu Ali adalah ibu rumah tangga. Ibu Ali yang biasanya mengantar-jemput kuliah adik Ali. Namun, karena kegiatan kuliah sedang libur, dia kadang mengantar anggota keluarga itu jalan-jalan ke mal atau tempat lain. "Ya, bergantian saja, ada dua sopir yang selalu standby," kata Sandi. (Baca: Ini yang Dirasa Christopher Saat Tabrakan Maut)

    Sandi mengenal Ali sebagai anak yang baik dan tak berulah macam-macam. Ali biasanya mengendarai mobil jenis Mercedes sendiri. Jadi, Sandi hanya sesekali saja mengantar-jemput Ali. "Saya bekerja pukul 08.00-17.00. Ali biasanya keluar sore hari, jadi dia bawa mobil sendiri," ujar pria yang sudah lima tahun bekerja pada keluarga Ali. (Baca: Saksi Tabrakan Maut Pondok Indah, Sandi Trauma)

    Menuru Sandi, Ali adalah mahasiswa semester akhir jurusan teknik sipil internasional di Universitas Indonesia. Ali baru pulang setelah menyelesaikan program double degree-nya di Kanada, Amerika, enam bulan lalu. (Baca: Sopir Tabrakan Maut Pondok Indah Diomeli Majikan)

    Sandi mengatakan Ali tak banyak mengobrol dengannya. Di dalam mobil, Ali sering kali asyik dengan ponsel dan laptopnya. Sesekali, Ali meminta Sandi menyalakan musik di mobil. "Pokoknya, mereka adalah keluarga kaya dan baik," tutur Sandi. (Baca: Seberapa Cepat Christopher Pacu Mobil di Tabrakan Pondok Indah?)

    YOLANDA RYAN ARMINDYA 



    Topik terhangat:

    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia

    Berita terpopuler lainnya:
    Setelah Bambang KPK, Giliran Adnan Pandu Diincar
    Adnan Pandu: Sekarang Giliran Saya
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.