Christopher Tak Dijerat Pasal Narkotik, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christopher Daniel Sjarif, pengemudi Mitsubushi Outlander yang terlibat tabrak lari di Pondok Indah. News.okezone.com/Syamsul

    Christopher Daniel Sjarif, pengemudi Mitsubushi Outlander yang terlibat tabrak lari di Pondok Indah. News.okezone.com/Syamsul

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan belum memperoleh hasil pemeriksaan tes urine dan darah dari tersangka tabrakan di Pondok Indah, Christopher Daniel Sjarif, 23 tahun. Karena itu, polisi belum menjerat Christopher dengan pasal narkotik.

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hando Wibowo mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). "Kami harus mengacu pada bukti laboratorium," kata Hando, Sabtu, 24 Januari 2015. (Baca: Kepolisian Periksa Kejiwaan Christopher)

    Kepada polisi, Christopher mengaku menggunakan narkotik jenis lysergic acid diethylamide (LSD) sebelum mengendarai Mitsubishi Outlander maut di Pondok Indah. "Tapi itu bisa saja hanya pengakuan. Karena itu, harus dibuktikan dengan hasil tes," kata Hando. Diperkirakan hasil tes keluar hari ini, Senin, 26 Januari 2015. 

    Christopher dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Dia diduga melanggar Pasal 310 dan 311 yang mengatur kelalaian mengemudi sehingga menyebabkan orang lain meninggal. Akibat kecelakaan itu, empat pengendara sepeda motor tewas dan lima lainnya terluka. (Baca: Kalimat Terakhir Christopher Sebelum Tabrakan Maut)

    Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, saat kejadian, Christopher mengendarai mobil Outlander milik temannya, Muhammad Ali Husni Riza, 22 tahun, dengan kecepatan tinggi. Christopher tak berhenti meskipun telah menabrak dua pengendara sepeda motor selepas underpass Gandaria City. Christopher baru berhenti setelah menabrak empat sepeda motor dan dua mobil lainnya.

    Informasi Christopher menggunakan LSD datang dari Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul. Dia menyatakan hasil itu diperoleh dari pemeriksaan di Biddokes Polda Metro Jaya. (Baca: Seberapa Cepat Christopher Picu Mobilnya di Tabrakan Pondok Indah?)

    Pengacara Christopher, Agus Salim, menyatakan kliennya memang mengakui menggunakan narkotik golongan satu itu. "Dia memang pakai itu. Tapi baru pertama kali," ujarnya. Christopher tidak sadar sejak keluar dari Pacific Place bersama Ali. "Mungkin itu pengaruh LSD." (Baca: Dahsyatnya Efek LSD, Narkoba Tabrakan Pondok Indah)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik terhangat:
    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia 

    Berita terpopuler lainnya:
    Setelah Bambang KPK, Giliran Adnan Pandu Diincar
    Sopir Tabrakan Maut Pondok Indah Diomeli Majikan
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.