Banjir Pekan Lalu, Ahok: Sabotase, Saya Dikerjai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mendorong motor yang mogok saat melintas banjir di depan mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, 23 Januari 2015.  Banjir membuat beberapa ruas tergenang dan melumpuhkan beberapa aktivitas perkerjaan di wilayah kawasan Kelapa Gading. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga mendorong motor yang mogok saat melintas banjir di depan mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, 23 Januari 2015. Banjir membuat beberapa ruas tergenang dan melumpuhkan beberapa aktivitas perkerjaan di wilayah kawasan Kelapa Gading. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga ada upaya sabotase dalam peristiwa banjir yang terjadi Jumat, 23 Januari 2015. Sabotase yang dimaksud berupa jebolnya tanggul Kali Sunter, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. "Saya sudah curiga, pasti saya dikerjai," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin, 26 Januari 2015. (Baca: Cegah Banjir, Pemda Jakarta Siapkan 550 Pompa)

    Ahok menuturkan dugaan itu berasal dari banyaknya titik banjir yang terjadi di wilayah utara Jakarta. Saat itu hujan turun semalaman sejak hari sebelumnya. Tinggi permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, menunjukkan angka normal pada siaga IV. Laut juga tak sedang mengalami pasang. Padahal hujan dengan curah serupa pernah terjadi pada awal Januari 2015 tapi tak ada banjir. (Baca: Musim Hujan, BPBD Jakarta Update TMA Tiap 30 Menit) 

    Ahok pun memerintahkan petugas Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara. Hasilnya, semua pompa yang ada berfungsi dengan baik. Apalagi di semua pintu dan pompa air kini sudah dipasang kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV).

    Menjelang malam hari pada Jumat, 23 Januari 2015, Ahok baru mendapat laporan adanya tanggul yang dijebol di Kali Sunter di depan Mal Artha Gading. Tanggul itu dijebol karena dipakai untuk jalan masuk alat pengeruk sungai. Menurut Ahok, sungai tersebut dikeruk oleh kontraktor di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Ahok mengaku heran dengan keputusan menjebol tanggul. Sebabnya, pengerukan sungai dengan menjebol tanggul membutuhkan kajian dari Kementerian. Ia menilai keputusan menjebol tanggul menjelang puncak musim hujan merupakan kebijakan yang gegabah. Tanggul juga tak akan bisa ditutup dalam waktu satu hari. "Kami setengah mati memperkuat tanggul, ini malah dijebol," tuturnya. (Baca: 329 Desa di Kabupaten Bogor Siaga Bencana)

    Menurut Ahok, penjebolan tersebut seharusnya dilakukan setelah musim hujan berakhir. Akibat penjebolan itu, kata dia, air sungai limpas dan menggenangi Jalan Yos Sudarso. Ahok melaporkan jebolnya tanggul tersebut ke Kementerian. "Saya sudah lapor. Kontraktor mereka kurang ajar," ujar Ahok. (Baca: Antisipasi Banjir, Kota Bekasi Siagakan 38 Pompa)

    LINDA HAIRANI



    Berita Terpopuler:
    Satu Tes Lagi untuk Christopher 'Tabrakan Maut'
    Profil Keluarga Ali, Pemilik Mobil di Tabrakan Pondok Indah
    Christoper Tak Dijerat Pasal Narkotika, Kenapa?
    Kegiatan Christopher dan Ali Sebelum Tabrakan
    Cafe Christopher dan Ali Tempat Nongkrong Anak Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.